Antisipasi Gizi Buruk, Bumil hingga Bersalin Mendapat Perhatian Dinkes

0
249
Ilustrasi Gizi Buruk
Ilustrasi Gizi Buruk

MBNews, Tarakan – Persoalan balita yang mengalami kekurangan gizi menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan, walaupun untuk penderita gizi buruk murni di Tarakan masuk kategori tidak ada.

Kepala Dinkes Tarakan Subono Samsudi MT didampingi Kasi Kesehatan Keluarga dr. Devi Ika Indriarti mengatakan, untuk mengantisipasi adanya balita gizi buruk / sangat kurus, Dinkes memberikan pelayanan dengan mengunjungi ibu hamil (Bumil) hingga proses persalinan, hal itu dilakukan  guna memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan bayi yang dikandungnya.

Selain itu, jika ada balita yang menderita kekurangan gizi , Puskemas memberikan asupan tambahan gizi dan konseling bagi ibu balita yang bersangkutan, bahkan jika ditemukan ada penyakit yang diderita balita tersebut langkah yang diambil membawanya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan.

“Murni penderita gizi buruk tidak ada, yang ada balita gizi buruk dikarenakan penyakit penyerta seperti kelainan jantung dan sebagainya, ditambah pola asuh orang tua yang tidak teratur dalam memberikan makanan kepada anaknya,” ucap Subono, Minggu ( 17/5/2015).

Lanjut Subono, untuk tahun 2013 penderita balita gizi buruk/sangat kurus ada 26 kasus, dan ditahun 2014 sebanyak 37 kasus, sedangkan ditahun 2015 masih ditemukan 1 penderita.

“Dikarenakan gizi buruk ini akibat dari penyakit penyerta dan pola asuh, dengan program kunjungan kepada Bumil serta meningkatkan fungsi puskesmas, diyakinkan mampu meminimalisir penderita ini,” tuntas Subono. (nur)