Baznas Optimis Penghimpunan Zakat Sentuh Angka Rp. 6 M

0
270
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Tidak berapa lama lagi umat muslim menjalankan Ibadah puasa ramadan 1536 Hijriyah, selain menjalankan ibadah puasa, umat muslim juga pada bulan ramadan melakukan ibadah lainnya seperti menunaikan zakat. Untuk memaksimalkan pengumpulan zakat tersebut, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan melakukan beberapa strategi agar target penghimpunan zakat pada ramadan kali ini mampu menembus angka Rp. 6 Milyar.

Ketua Pelaksana Baznas Tarakan Syamsi Sarman mengatakan, agar target penghimpunan zakat sebesar Rp. 6 Milyar tercapai, Bazanas mencoba memaksimalkan penghimpunan zakat profesi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dilingkungan Pemerintah Kota yang selama ini masih jauh dari harapan.

“Jika pada ramadan tahun lalu zakat yang berhasil dihimpun Rp. 4,7 Milyar, dan sebenarnya target baznas pada puasa kali ini Rp. 5,5 Milyar, namun kita optimis mampu menembus angka Rp. 6 Milyar. Agar target tercapai sasaran zakat ada pada Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD), kita ajak PNS yang ada untuk menunaikan zakat profesi,” Ucap Syamsi, kepada merahbirunews.com, Selasa (12/5/2015).

Menurut Syamsi bukan tanpa alasan Baznas coba meningkatkan pengimpunan zakat profesi dikalangan abdi negara tersebut, pasalnya Walikota Tarakan Sofian Raga telah mengeluarkan edaran berupa ajakan untuk menunaikan zakat profesi dilingkugan SKPD.

“Zakat profesi masih belum maksimal, contoh jika dalam satu kantor ada 30 pegawai, yang menunaikan zakat profesi hanya 10 orang atau 15 orang. Dengan adanya edaran Walikota terkait zakat profesi, kita berharap PNS yang bekerja dilingkungan pemerintah kota bisa menunaikan zakat profesi,” jelasnya.

Syamsi membeberkan untuk perbandingan penghimpunan zakat yang dilakukan masyarakat melalui Unit Pengelola Zakat (UPZ) dengan penghimpunan zakat profesi yang dilakukan oleh PNS masih jauh jaraknnya. Zakat masyarakat yang berhasil dihimpun oleh masjid melalui UPZ setiap tahunnya mencapai Rp. 2 Milyar, sedanga zakat profesi dalam setahun masih dibawah Rp 2 Milyar.

“Zakat yang berasal dari masyarakat dalam setahun mencapai Rp. 2 Milyar sedangkan PNS yang berzakat profesi masih dibawahnya, kalau penghimpunan antara zakat yang dilakukan masyarakat umum dengan zakat profesi berimbang, maka pencapaian target Rp. 6 Milyar bisa diwujudkan,” Tuntas Pimpinan Daerah (Pimda) Muhammadiyah Kota Tarakan ini. (nur)