Buku Panduan Test CAT Ludes Dibeli Peserta CPNS

0
2043
Buku panduan simulasi CAT yang dijual di Gramedia Tarakan Habis terjual.Mayoritas yang membeli buku tersebut adalah peserta yang akan mengikuti tes CPNS 2014. (HFA)
Buku panduan simulasi CAT yang dijual di Gramedia Tarakan habis terjual.Mayoritas yang membeli buku tersebut adalah peserta yang akan mengikuti tes CPNS 2014. (HFA)

MBNews, Tarakan – Jelang tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilaksanakan 22 September 2014 mendatang, buku kisi-kisi soal termasuk tutorial Computer Assessment Test (CAT) ludes dibeli peserta tes.

Di Toko Buku Gramedia Tarakan yang menyediakan buku kisi-kisi soal tes CPNS ini ternyata diserbu banyak pengunjung yang ingin mendapatkan buku tersebut.Bahkan sejak awal pendaftaran CPNS buku-buku tersebut paling banyak dicari.

“Paling banyak yang dicari buku kisi-kisi soal CPNS 2014 dan panduan sistem CAT, bahkan hari ini sudah habis, dari awal kita siapkan 400 examplar dari 10 penerbit.” Ujar Sales Superintendent Gramedia Tarakan Hadi Istanto, Minggu (14/9/2014)

Hal tersebut cukup beralasan karena mulai tahun ini dilakukan sistem tes computer melalui CAT, sehingga masih banyak calon peserta belum mengetahui tata cara pelaksanaan tersebut dan memerlukan media belajar yang efektif.

“Sistem CAT dalam buku panduannya lengkap dan berbentuk software yang terdapat dalam CD, jadi pembaca bisa belajar sendiri, bahkan ada peserta CPNS yang lulus terbantu dengan buku-buku tersebut.” Ungkap Hadi.

Mengenai harga buku bervariatif, dengan kisaran Rp. 35.000 hingga Rp. 116.000.Biasanya buku yang paling mahal berisi software panduan sedangkan yang murah hanya panduan kisi-kisi soal.
Sementara untuk stok,Gramedia Tarakan akan melakukan tambahan namun tidak banyak karena sudah mendekati pelaksanaan tes. Hal tersebut cukup beralasan karena setiap tahun penerbit melakukan perubahan isi buku panduan dan kisi-kisi soal CPNS.

“Ini buku panduan untuk tahun 2014, tahun depan sudah berubah lagi bukunya untuk CPNS 2015, sehingga takutnya buku tahun 2014 tidak lagi dibeli jika kami melakukan penambahan stok yang cukup banyak.” Ungkap Hadi Istanto. (HFA/NY)