Bulog Menunggu Kepastian Penggantian Program Raskin dengan Uang Nontunai

0
261
Ilustasi (soloraya.net)
Ilustasi (soloraya.net)

MBNews, Tarakan –Sebelum merubah bantuan beras miskin (raskin) menjadi uang nontunai atau e-money ditetapkan, Menteri Sosial Khofifah Indar Parwansa memastikan penyaluran raskin masih akan dilakukan selama tiga bulan pertama tahun ini, sambil mempersiapkan langkah langkah perubahan raskin menjadi e money. Ketika dikonfirmasi terkait rencana perubahan tersebut, Sub Divisi Regional (Divre) Badan Urusan Logistik (Bulog) Tarakan belum mengetahuinya, sehingga masih menunggu penetapan secara resmi perubahan penyaluran raskin menjadi uang nontunai oleh Pemerintah Pusat.

Kasi Pelayanan Publik Divre Bulog Tarakan Maradona Singal mengatakan, Tahun ini Bulog masih menyalurkan raskin hal ini sesuai dengan keputusan pemerintah pusat ditambah dengan Keputusan Pj Gubernur Kalimantan Utara Nomor 188.44/K.276/2014 Tentang Pagu beras untuk rumah tangga miskin di wilayah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2015.

“Selama Pemerintah Pusat belum secara resmi merubah mekanisme raskin menjadi uang nontunai atau e-money, maka Divre Bulog Tarakan masih menyalurkan raskin sesuai dengan keputusan Pj Gubernur, dan dipastikan penyaluran raskin untuk Tarakan sendiri akan dilakukan pada bulan Febuari nanti.” Jelas Maradona, Jumat (23/1/2015)

Sementara itu Wakil Walikota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat, SE.,M.Si menegaskan Pemerintah kota mendukung apapun bentuk keputusan Pemerintah Pusat terkait perubahan bentuk penyaluran Raskin menjadi e-money, dan tentunya jika keputusan tersebut tentunya untuk kebaikan masyarakat miskin.

“Pemkot tentu mendukung segala bentuk kebijakan yang diambil oleh Pemerintah pusat, termasuk masalah raskin ini.” Ujar Arief.

Jika nanti masyarakat miskin tidak lagi menerima raskin namun digantikan dengan uang nontunai, Arief berharap Pemerintah Pusat bisa mengambil kebijakan besaran nominal uang nontunai tersebut tidak disamakan dengan daerah jawa, sebab biaya hidup diluar pulau jawa lebih tinggi.

“Tentunya ada kebijakan tersendiri bagi daerah yang berada diluar pulau Jawa, masyarakat miskin yang menerima uang nontunai atau e-money tersebut bisa dibedakan dan jangan disamaratakan, mengingat biaya kebutuhan hidup kota Tarakan berbeda dengan di Pulau Jawa.” Tegas Mantan Anggota DPRD Tarakan ini.

Untuk diketahui, Total Pagu beras untuk rumah tangga miskin diwilyah Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2015 sebanyak 4.461.840 dengan total Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) 24.788 Kepala Keluarga. Adapun Kabupaten penerima raskin terbanyak adalah Nunukan dengan Pagu raskin 1.764.360 dan RTS-PM 9.802, dilanjut oleh Tarakan dengan Pagu raskin 1..188.900 dan RTS-PM 6.605, disusul Kabupaten Bulungan dengan pagu raskin 698.400 serta RTS-PM 3.880, diikuti oleh Malinau dengan Pagu raskin 634.320 dan RTS-PM 3.524, ditutup oleh Kabupaten Tana Tidung dengan Pagu raskin 175.860 jumlah RTS-PM 3.524. Dari jumlah tersebut masih Kepala Keluarga mendapatkan 15 Kilogram Raskin untuk 12 bulan. (run)