Disdik Berikan 3 Pilihan Pengumuman Kelulusan UN

0
502
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan mengintruksikan pihak sekolah untuk mengantisipasi agenda rutin tahunan para pelajar berupa aksi corat-coret seragam sekolah, konvoi, hingga balap liar, pada saat pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) Sederajat yang dilaksanakan, Jumat (15/5/2015).

Kepala Disdik Tarakan M.Ilham Noor mengatakan, aksi yang awalnya berupa luapan ekspresi kegembiraan telah menyelesaikan pendidikan sudah bergeser kearah perbuatan negatif dan minim manfaat bagi pelajar yang bersangkutan. Bahkan aksi corat-coret seragam sekolah dengan menggunakan spidol hingga cat pilox, bukan saja milik pelajar di tingkat SMA melainkan sudah merambah pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD).

“Ini tradisi tahunan yang kerap terjadi usai pengumuman kelulusan, untuk mengantisipasi hal tersebut Disdik sudah mengirim surat ke sekolah serta Polres tarakan,” Ucap Ilham, kepada, merahbirunews.com, Senin (11/5/2015).

Untuk pihak sekolah, Disdik meminta dalam mengumumkan kelulusan ada 3 cara yang dapat dilakukan yakni, pengumuman UN dilakukan melalui media surat kabar, mengirim surat yang ditujukan kepada orang tua siswa melalui kantor pos, serta pengumuman kelulusan UN via short massage service (SMS).

“3 pilihan kita tawarkan kesekolah, selanjutnya sekolah yang menentukan pilihan dalam mengumumkan kelulusan UN, Disdik cuma memberikan alternative pilihan cara pelaksanaan pengumuman kelulusan dilakukan,” tegasnya.

Sedangkan pihak Polres Tarakan dalam surat yang sudah disampaikan oleh Disdik, meminta bantuan untuk mengamankan aksi corat-coret baju seragam sekolah, konvoi keliling kota, hingga balap liar.

“Kita juga meminta bantuan pada pihak polres Tarakan dalam hal ini Satuan lalu lintas, untuk mengamankan, diarahkan, serta dilarang aksi corat-coret, konvoi, dan balapan liar pasca pengumuman kelulusan UN,” ujar Ilahm Noor.

Menurut Ilham, ada cara yang lebih bijak dalam menyikapi kelulusan UN yang dilakukan oleh pelajar yakni dengan menyumbangkan baju seragam tersebut kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan, untuk disumbangkan ke pelajar lainnya yang masih duduk dibangku sekolah.

“Ada banyak pelajar yang masih membutuhkan seragam sekolah, sayang jika harus dicoret, kenapa tidak disumbangkan saja, dan ini merupakan hal positif dibandingkan aksi corat-coret seragam sekolah,” tuntasnya. (nur)