Dubes Australia Kenang Veteran Yang Gugur di Tarakan

0
427
Walikota Tarakan Sofian Raga Bersama Veteran Tarakan dan Perwakilan Duta Besar Australia Untuk Indonesia Usai Upacara Peringan Anzac Day
Walikota Tarakan Sofian Raga Bersama Veteran Tarakan dan Perwakilan Duta Besar Australia Untuk Indonesia Usai Upacara Peringan Anzac Day
Walikota Tarakan Sofian Raga Bersama Veteran Tarakan dan Perwakilan Duta Besar Australia Untuk Indonesia Usai Upacara Peringan Anzac Day

MBNews, Tarakan – Sebagai bentuk penghormatan terhadap warga dan tentara australia yang bertugas dan gugur selama masa perang dunia ke II, Perwakilan Duta besar Australia untuk Indonesia beserta beserta veteran perang, melaksanakan peringatan Anzac Day, Minggu (7/6) di Tugu Australia yang berada dalam komplek Komando Distrik Militer (Kodim) 0907 Tarakan, Jl.Skip, Kecamatan Tarakan Timur.

Dalam upacara peringatan Anzac Day tersebut, delapan tentara veteran Australia memberikan penghormatan terhadap tentara negaranya yang telah gugur dimedan perang dunia ke dua.

Minister Counsellor  Head Of Political and Economic Branch Ke Dubes Australia Dr.Bradley Amstrong PSM mengatakan, ada 220 tentara Australia yang gugur di Tarakan pada perang dunia kedua, giugurnya pasukan Australia tersebut akibat pertempuran dasyat dengan tentara jepang

“Ini yang pertama upacara Anzac Day di Tarakan, upacara ini sebagai bentuk penghormatan kepada tentara Australia yang gugur di medan peperangan,” jelas Bradley.

Salah satu Veteran Austalia yang Geogffrey saat usai upacara terlihat sedih, pasalnya ia pelaku sejarag yang melihat langsung tentara Australia harus meregang nyawa akibat hantaman peluru tentara jepang.

“Saya memang pasukan pertama yang masuk ke Tarakan lewat pantai merah (Pantai Amal), tentunya sedih mengenang teman yang gugur saat perang,” ungkap Jeff  nama sapaannya.

Saat melihat kondisi kota Tarakan yang mengalami kemajuan pesat laksana kota besar lainnya di Indonesia, Jeff cukup bahagia. Kebahagiannya yang ia rasakan cukup berasalan, sebab pada saat ia menginjakan kaki pertama kalinya di saat perang, kondisi Tarakan penuh dengan hutan belantara.

“Saya merasa bahagia bisa melihat Tarakan berkembang dan semua orang kelihatan lebih makmur, tidak seperti pertama kali saya kesini pada tahun 1943, penduduk Tarakan banyak yang kelaparan dan sakit akibat dijajah Jepang” ujar veteran yang pernah tertembak di kaki kirinya ini.

Sementara itu Walikota Tarakan Sofian Raga yang menghadiri upacara peringatan Anzac Day mengungkapkan, adanya kunjungan dari perwakilan Dubes Asturalia berserta veteran tentaranya ke Kota Tarakan dinilai cukup baik. Dengan adanya kunjungan tersebut, Sofian optimis bisa mempererat hubungan antara Pemkot dan Pemerintah Australia.

“Melalui peringatan Anzac Day ini bisa mendekatkan hubungan antara Pemerintah Kota Tarakan dengan Pemerintah Australia, terutama para veteran Australia dan Indonesia, apalagi pada perang dunia kedua mereka sempat berjuang bersama-sama dan hingga saat ini mereka bisa ketemu seperti yang kita lihat sekarang,” jelas Sofian.

Melihat banyaknya peninggalan sejarah perang Dunia Ke II di Kota Tarakan, Pemkot berencana membangun museum sejarah dan perminyakan, yang direncanakan pengerjaannya selesai di Tahunn 2016.

“Kita memang  berencana membangun museum mini sejarah perang dunia ke II dan perminyakan, Musem ini nantinya menjadi informasi atau penjelasan sejarah Kota Tarakan sekaligus menjadi objek wisata,” Kata Sofian.

Mengetahui Pemkot akan membangun musem sejarah perang dunia ke II, Bradley Amstrong sebagai duta besar Australia untuk Indonesia menanggapi dengan positif, bahkan direncanakan Australia siap memberikan bantuan terkait pembangunan musem.

“Kita akan mengusahakan pemkot Tarakan dapat bantuan dari Australia untuk membangun Museum Sejarah,” sambung Bradley. (ibr/nur)