Jelang Idul Fitri, Waspada Peredaran Uang Palsu

0
218
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Jelang momentum Idul Fitri 1436 Hijriyah / 2015 Masehi, masyarakat Tarakan diminta waspada terhadap peredaran uang palsu (upal). Beredarnya Upal jelang lebaran cukup wajar, sebab transaksi perekonomian di tengah masyarakat meningkat drastis, sehinggal hal itu, dimanfaatkan oleh sindikat upal mengedarkan uang abal-abal tersebut.

Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Tarakan, Akhamad Yossan mengatakan, beberapa laporan dan kabar yang ia dengar dari masyarakat Tarakan, peredaran upal kerap terjadi di tengah masyarakat. Adapun modus oknum yang menggunakan upal tersebut dengan berbelanja langsung pada pedagang kecil.

“Saya juga mendengar bahkan ada laporan diluar sana (ditengah masyarakat,red) upal beredar,” ucap Yossan.

Yossan mengakui, walaupun peredaran upal tersebut masih berada di tataran masyarakat dan belum menyentuh pada perbankan, mengingat pihak perbankan sangat selektif dan berhati-hati saat menerima uang dari nasabah ataupun masyarakat saat melakukan transaksi keuangan saat di Bank.

“Sampai sejauh ini upal belum masuk di perbankan,” ungkap Kepala Bank Kaltim Cabang Tarakan ini.

Ditegaskan Yossan,  untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan melihat perbedaan antara uang yang asli dengan upal,  Bank Indonesia beberapa tahun ini memperkenalkan cara yang cukup sederhana dan bisa dilakukan siapa saja dengan mudah, yaitu dengan cara 3D yaitu, dilihat, diraba dan diterawang.

“Dilihat, lihatlah uang yang anda miliki, apakah warnanya pudar, kusam, pucat, luntur, patah-patah, atau masalah lainnya. Pastikan uang yang anda periksa tadi memiliki warna, corak dan gambar yang baik serta memiliki tanda-tanda uang asli seperti tanda air yang menggambarkan pahlawan-pahlawan nasional, bahan kertas serta benang tali pengaman yang berada di dalam uang tersebut,” beber Yossan.

Setelah dilihat, selanjutnya diraba, usaplah uang tersebut apakah uang itu terasa kasar atau lembut. Uang yang asli biasanya agak kaku dan tebal bahan kertasnya. Di samping itu pada angka atau gambar uang biasanya sengaja dicetak agak menonjol dan akan terasa jika diusap-usap. Rabalah uang anda apakah sudah asli atau belum.

Lalu diterawang, langkah yang terakhir adalah menerawangkannya ke sumber cahaya kuat seperti matahari dan lampu. Setelah diterawang lihatlah bagian tali pengaman dan tanda mata air apakah dalam kondisi baik atau tidak.

“Masyaraat juga bisa membeli alat untuk mengetahui Upal yakni lampu ultra violet yang harganya terjangkau oleh masyarakat,” jelasnya.

Untuk diketahui, Secara umum, ciri-ciri keaslian uang Rupiah dapat dikenali dari unsur pengaman yang tertanam pada bahan uang dan teknik cetak yang digunakan, yaitu :

1.Tanda Air (Watermark) dan “Electrotype”, Pada kertas uang terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat apabila diterawangkan ke arah cahaya.

2.Benang Pengaman (Security Thread), Ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah, dapat dibuat tidak memendar maupun memendar di bawah sinar ultraviolet dengan satu warna atau beberapa warna.

3. Cetak Intaglio, Cetakan yang terasa kasar apabila diraba.

4.Gambar Saling Isi (Rectoverso), Pencetakan suatu ragam bentuk yang menghasilkan cetakan pada bagian muka dan belakang beradu tepat dan saling mengisi jika diterawangkan ke arah cahaya.

5.Tinta Berubah Warna (Optical Variable Ink), Hasil cetak mengkilap (glittering) yang berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda.

6.Tulisan Mikro (Micro Text), Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar.

7.Tinta Tidak Tampak (Invisible Ink), Hasil cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet.

8.Gambar Tersembunyi (Latent Image), Teknik cetak dimana terdapat tulisan tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.

Dengan delapan tanda-tanda tersebut, sebenarnya sangat mudah bagi masyarakat dengan mudah menentukan apakah uang yang dipegangnya asli atau tidak tanpa menggunakan alat apapun, cukup dengan 3D, dilihat, diraba dan diterawang.

Memang tidak semua masyarakat mengetahui dan memahami tanda-tanda keamanan yang sudah dibuat oleh Bank Indonesia, apalagi biasanya oknum pengguna upal mencari kesempatan yang aman untuk mengedarkan uang palsunya seperti di malam hari, serta warung atau kios yang agak gelap atau saat warung sedang ramai pembeli. (nur)