Keberadaan Waria Tidak Lagi Dikucilkan

0
473
Ketua Wirata Tarakan Neny (run)
Ketua Wirata Tarakan Neny (run)
Ketua Wirata Tarakan Neny (run)

MBNews, Tarakan – Sebagai kota yang terus berkembang, keberadaan wanita pria (waria) di Tarakan sudah tidak dikucilkan lagi oleh masyarakat, bahkan para waria ini banyak melakukan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan warga seperti membuka salon, menjahit hingga menjadi Voluntary Counseling Test (VCT) Human Immuno Deficiency Virus / Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Hasnaini atau neny ketua Ikatan waria (iwarta) Tarakan mengungkapkan, keberadaan di Tarakan tidak seperti dahulu, sekarang para waria bisa aktif disegala bidang, yang menjadi persoalan adalah banyak kegiatan positif waria namun kurang terangkat.

“Banyak kegiatan positif yang sering dilakukan oleh teman teman waria, tapi kurang begitu diangkat, salah satu contoh ikut terlibat dalam mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS.” Jelas Neny, Minggu (14/12/2014).

Neny mengakui, untuk persoalan sex, sudah menjadi rahasia umum terjadi sedikit penyimpangan, namun untuk mencegah hal yang tidak diinginkan sesama waria selalu mengingatkan untuk menggunakan alat pengaman seperti kondom.

“kita juga pakai kondom untuk mencegah penularan penyakit kelamin atau penyakit berbahaya seperti HIV/ AIDS, jadi tidak asal asalan.” Ucapnya.

Dibeberkan neny, jumlah waria di Tarakan saat ini berkisar 90 orang, namun jumlah tersebut fluktuatif dalam artian ada anggota waria yang pindah kota, namun ada waria baru dari luar kota dan bergabung didalam iwarta.

“Anggota berkisar 90 orang, mayoritas bekerja di salon, namun ada juga yang memiliki usaha lain.” Ujar Neny. (run)