Kenang Sejarah Perang Dunia Ke II, Australia Berencana Anzac Day Dilaksanakan di Tarakan

0
497
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Tarakan sebagai kota diperbatasan antara Indonesia dan Malaysia memiliki sejarah kelamnya Pertempuran Perang Dunia Ke II khususnya bagi pasukan Australia. Dalam memperingati Anzac Day yang ke 100 Tahun, Perwakilan Kedutaan Besar Australia menyambangi Kota Tarakan, Rabu (29/04/2015), guna melihat saksi bisu peninggalan perang dunia kedua yang masih tersisa. Selain itu, kedatangan Perwakilan Kedutaan Besar Austrtalia tersebut, berkeinginan peringatan Anzac Day pada tahun ini dilakukan di Tarakan.

Kepada merahbirunews.com Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Tarakan Hamid Amren mengatakan, Perwakilan Kedutaan Besar Australia banyak mengunjungi saksi bisu peninggalan sejarah perang dunia ke II yang ada di Tarakan. Tempat yang dikunjungi anta lain, Tugu pendaratan Tentara Australia di Taman Oval Lingkas Ujung, Museum Rumah Bundar, Tugu Makam Australia di Kodim 0907.

“Rencananya Anzac Day pada tahun ini diperingati di Tarakan, sekitar bulan Juni mendatang.” Ungkap Hamid Amren

Lanjut Hamid, jika melihat keinginan Perintah Australia untuk melakukan peringatan Anzac Day di Tarakan sangat positif, sebab secara tidak langsung berdampak kepada peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara ke Tarakan khususnya yang ingin mengetahui sejarah Perang Dunia ke II.

“Dampak positifnya dari peringatan Anzac Day jika jadi dilaksanakan di Tarakan berpengaruh kepada kunjungan wisatawan.” Ucapnya.

Dilain sisi, Mantan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Tarakan ini sangat menyayangkan ada saksi bisu peninggalan sejarah perang Dunia ke II yang mencatat keberadaan tentara Australia harus dipindahkan ke Labuan Sabah Malaysia. Saksi bisu sejarah peninggalan perang Dunia Ke II yang dipindahkan tersebut adalah 225 Makam Tentara Australia, yang dilakukan pada tahun 1946 silam.

“kita sesalkan kuburan Australia yang berjumlah 225 makam harus dipindah ke Labuan Malaysia, akhirnya banyak warga australi yang ingin mengenang sejarah perang Dunia Ke II lebih memilih pergi ke Labuan, saya tidak tau kenapa makam itu dipndah. Tentunya warga Australia ingin melihat dan melakukan ziarah kemakam buyutnya, kalau mereka datang ke Tarakan hanya melihat tugu saja. Kan beda kalau melihat makam dengan tugu secara emosional,” Tuntas Hamid Amren.

Untuk diketahui, Anzac Day adalah hari Nasional Australia dan Selandia Baru untuk memperingati semua warga Australia dan Selandia Baru yang bertugas dan gugur dalam segala peperangan, konflik, dan operasi penjaga perdamaian serta penderitaan dari mereka yang telah bertugas. Anzac sendiri merupakan singkatan dari Australia and New Zaeland Army Corps, yang dikenal sebagai tentara Anzac. Peringatan Anzac Day di Autralia dan Selandia Baru dirayakan pada 25 April. (nur)