Kendaraan Pribadi Bertambah, Pendapatan Supir Angkot Berkurang

0
609
Meningkatnya Jumlah Kendaraan Pribadi Baik Roda Dua dan Empat, Berdampak Kepada Menurunnya Penghasilan Angkot (run)
Meningkatnya Jumlah Kendaraan Pribadi Baik Roda Dua dan Empat, Berdampak Kepada Menurunnya Penghasilan Angkot (run)
Meningkatnya Jumlah Kendaraan Pribadi Baik Roda Dua dan Empat, Berdampak Kepada Menurunnya Penghasilan Angkot (run)
Meningkatnya Jumlah Kendaraan Pribadi Baik Roda Dua dan Empat, Berdampak Kepada Menurunnya Penghasilan Angkot (run)

MBNews, Tarakan – Sejak banyaknya kendaraan roda dua dan empat membanjiri kota Tarakan, secara tidak langsung berdampak kepada penghasilan sopir angkutan kota (angkot). Bahkan beberapa pemilik angkot ada yang gulung tikar atau menjadi penjual bensin botolan (bentol), demi memenuhi kebutuhan hidup yang tidak sebanding dengan pendapatan dari usaha angkot.

Sudin (43) supir angkot yang sehari-hari harus bersusah payah mencari penumpang, kepada MBNews menuturkan, pendapatannya dalam sehari antara Rp.45 -60 ribu hal itu tidak sebanding dengan biaya operasional seperti membeli Bahan BakarMinyak (BBM) Premium bersubsidi, hingga kepada biaya perbaikan mesin.

“Pendapatan sebagai supir angkot baru berlebih jika ada kapal masuk, mangkal dipelabuhan speed tengkayu I, atau mengantar tamu dan turis. Sedangkan jika berharap mencari penumpang di perkotaan pendapatan dalam sehari tidak lebih dari Rp.50 ribu.” Kata Sudin, Jumat (10/10/2014)

Diakui Sudin, beberapa supir maupun pemilik angkot ada yang beralih menjadi penjual bentol, karena hasil dari berjulanan bentol lebih menjanjikan dari pada menjalankan usaha angkot untuk saat ini.

“Jika jualan bentol pendapatan dalam sehari yang saya tahu dari teman, mencapai Rp.300 ribu.” Ungkapnya.

Jika jumlah kendaraan baik roda dua dan empat terus bertambah, maka menurut Sudin tidak menutup kemungkinan tahun 2020 angkot yang ada di Tarakan akan tutup alias tidak ada lagi angkot yang beroperasi. (RUN)