LAPI ITB Pantau Kerusakan Bangunan Islamic Center Tarakan

0
578
Telihat Megah Bangunan Bagian Belakang Masjid Baitul Izzah (Islamic Center), Namun Setelah Melihat Dari Dekat Banyak Terakan Pada Bagian Bangunan, Sehingga Sewaktu Waktu Bagian Belakang Masjid Rawan Runtuh. (run)
Telihat Megah Bangunan Bagian Belakang Masjid Baitul Izzah (Islamic Center), Namun Setelah Melihat Dari Dekat Banyak Terakan Pada Bagian Bangunan, Sehingga Sewaktu Waktu Bagian Belakang Masjid Rawan Runtuh. (run)
Telihat Megah Bangunan Bagian Belakang Masjid Baitul Izzah (Islamic Center), Namun Setelah Melihat Dari Dekat Banyak Retakan  Pada Bagian Bangunan, Sehingga Sewaktu Waktu Bagian Belakang Masjid Rawan Runtuh. (run)

MBNews, Tarakan – Retaknya bagian belakang bangunan Masjid Baitul Izzah (Islamic Center) Kampung 4 jalan Sungai Sesayap, Kecamatan Tarakan Timur tidak berapa lama lagi akan dilakukan perbaikan, hal tersebut terlihat dari kesibukan Tim dari lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung (LAPI ITB) melihat dan meneliti langsung kondisi kerusakan bangunan Islamic Center kebanggaan warga Tarakan.

Fandariansyah, ST. MT selaku Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan menjelaskan, Tim LAPI ITB yang beranggotakan kurang lebih 5 orang sudah melihat langsung kondisi terkini bagian belakang bangunan Masjid Baitul Izzah yang terlihat banyak retakan.

“LAPI ITB sudah turun, untuk mengganti bagian bagunan yang ada retakan desain sudah diserahkan.” Ungkap Fandariansyah, kepada merahbirunews.com, Jumat (20/02/2015).

Fanda memastikan, untuk memperbaiki bangunan Islamic center lebih difokuskan pada pintu sisi bagian timur, dan sesuai dengan rencana bahan bangunan akan diganti dengan material yang rebih ringan dari bahas material asal. Adapun bahan material yang lebih ringan tersebut adalah Glassfiber Reinforced Cement (GRC) merupakan bahan bangunan atau material yang terbuat dari campuran/adukan semen dan agrgat halus yang diperkuat dengan serat fibreglass alkali resistance serta bahan tambahan penguat.

Sedangkan material ringan lainnya yang akan digunakan yakni Aluminium Composite Panel (ACP) adalah salah satu material yang biasanya berupa lembaran yang bahannya terbuat dari lapisan aluminium pada kedua sisi luar dimana didalamnya dilapisi dengan bahan non aluminium berupa bahan polyetthylene dimana ketiga lapisan disatukan dalam lembaran yang kuat. Aluminium composite panel dalam lembarannya akan didapatkan dalam lembaran yang kaku, kuat tapi dalam berat yang cukup ringan.

“Material yang lebih ringan kita gunakan yakni GRC dan ACP, tidak seperti material sebelumnya bata yang lebih berat.” Katanya.

Untuk pengerjaan perbaikan keretakan bagunan bagian belakang Islamic Center Baitul Izzah Kampung 4 dipastikan memakan waktu 2 sampai 3 bulan tergantung dari kondisi cuaca. Pada saat renovasi berlangsung DPUTR meyakinkan arsitek awal bangunan masjid kebanggaan warga Tarakan tidak akan berubah, yang berubah hanya bahan baku bangunan.

“Bentuk arsitek tetap, bahan saja yang dganti.” Tegas Fandariansyah.

Untuk diketahui, retaknya bangunan masjid Baitul Izzah khususnya bangunan pendukung yang berada dibelakang mesjid, dikarenakan terjadinya penurunan tiang penyangga bangunan. Penurunan sudah mencapai 10 centimeter.

Pihak DPUTR sengaja membiarkan bangunan belakang masjid terus mengalami penurunan, hal ini dilakukan agar tanah yang menjadi penopang bangungan tersebut menjadi padat, dan pada saat melakukan perbaikan bangunan, dipastikan tekhnik yang dilakukan adalah membelah bagian bangunan pendukung masjid tersebut.

Adapun anggaran yang digunakan untuk memperbaiki Islamic Center tersebut, Pemkot Tarakan hanya mengeluarkan anggaran sebesar Rp.400 juta rupiah yang digunakan untuk kajian LAPI ITB Bandung, sedangkan biaya perbaikan mesjid sepenuhnya ditanggung oleh Pihak Kontraktor dengan estimasi biaya perbaikan mencapai Rp. 2 Milyard. (run)