Liburan Idul Fitri Masyarakat Serbu Pantai Amal dan KKMB

0
275
Bekantan, satwa dilindungi di Hutan Mangrove Tarakan (google)
Walikota Tarakan Sofian Raga (baju putih) Nampak Bersalaman Sama Pengunjung di Dalam Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (foto : Disbudparpora)
Walikota Tarakan Sofian Raga (baju putih) Nampak Bersalaman Sama Pengunjung di Dalam Kawasan Konservasi Mangrove dan Bekantan (foto : Disbudparpora)

MBNews, Tarakan – Pantai Amal serta Kawasan Konservasi Mangrove dan Benkantan (KKMB) menjadi tempat favorite wisata Idul Fitri 1436/2015 Masehi. Hal ini bisa terlihat dari ribuan pengunjung yang notabenenya tidak hanya masyarakat Tarakan bahkan warga dari kabupaten sekitar seperti Bulungan, Malinau, Tana Tidung, serta Nunukan tak ketinggal berwisata kedua tempat tersebut.

Rian (23), warga Nunukan ini saat ditemui merahbirunews.com mengatakan, ia ke Tarakan dalam rangka silaturrahmi keluarga, sekaligus memanfaatkan momen Idul Fitri untuk berlibur melihat pantai amal.

“Silaturahmi sekalian liburan mas, kebetulan keluarga mengajak ke pantai amal untuk makan udang dan kapah (kerang),” ucapnya, Minggu (19/7/2015).

Bahkan bukan hanya pantai amal saja yang dipadati oleh ribuan masyarakat, wahana wisata KKMB juga terlihat ramai dibandingkan dengan hari biasa, kebanyakan pengunjung yang datang ke KKMB selain menikmati asrinya udara di dalam kawasan KKMB, juga ingin melihat langsung maskot kota Tarakan, hewan yang dilindungi yakni Bekantan.

“Cuma pengen liat bekantan, sambil muter-muter dan santai menikmati liburan Idul Fitri, mudahan kedepannya KKMB banyak perubahan,” kata Anshar warga Selumit.

Ketika dikonfirmasi terkait peningkatan jumlah pengunjung selama Idul Fitri, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Tarakan, Hamid Amrin, membenarkan bahwa lonjakan pengunjung di pantai amal dan KKMB cukup fantastis, peningkatan kunjungan sudah mulai terlihat sejak lebaran kedua.

“Untuk pantai amal dan KKMB terjadi peningkatan yang cukup signifikan, terlihat sejak lebaran kedua dan ketiga,” beber Hamid Amrin.

Untuk Pantai Amal, jika saat H+2 Idul Fitri tercatat 20 bonggol tiket masuk kawasan amal habis, begitu juga saat lebaran ketiga 30 bonggol tiket masuk tak tersisa.

“Rencana kita siapkan 50 bonggol untuk sampai tanggal 22 Juli, namun baru 2 hari tiket tersebut ludes, 1 bonggol tiket berisi 100 lembar, sehinga jika setelah dihitung berdasarkan bonggol tikel jumlah pengunjung ke pantai amal selama 2 hari mencapi 3 ribu orang,” ungkapnya.

Dijelaskan Hamid, 3 ribu pengunjung yang masuk ke pantai amal merupakan pengunjung resmi yang masuk menggunakan tiket, sedangkan warga yang tidak menggunakan tiket, masuk ke pantai amal melalui karungan diperkirakan mencapai 2 ribu orang, sehingga estimasi pengunjung amal secara keseluruhan mencapai 5 ribu orang.

Sedangkan untuk KKMB, tingkat kunjungan berdasarkan dari tiket masuk mencapai 1.500 orang, yang dibagi atas kunjungan di hari kedua lebaran sebanyak 600 orang, dan pada H+3 Idul Fitri sebanyak 900 orang.

“Untuk lebaran kedua sebanyak 6 bonggol tiket ludes, dan di lebaran ke 3 ada 9 bonggol ludes, 1 bonggol tiket berisi 100 lembar, ” jelas Mantan Kepala Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman ini.

Walaupun kedua tempat wisata ini banyak dikunjungi masyarakat, namun sangat minim menyumbang Pendapatan Asli Daerah dari sisi retrebusi tiket masuk, untuk pantai amal dan KKMB menurut Hamid Amrin, pemasukan yang diperoleh hanya Rp.5 juta.

“Pendapatan yang diperoleh dari tiket masuk baik pantai amal dan KKMB, masing-masing sebesar Rp 5 juta,” pungkas Hamid.

Yang cukup menarik, banyaknya warga berlibur ke KKMB, mengundang orang nomor satu di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tarakan untuk memantau langsung warga yang tengah menikmati suasana KKMB. Kehadiran Walikota Tarakan Sofian Raga, langsung disambut pengunjung dengan berjabat tangan. (nur)