Listrik Sering Padam, Warga Tarakan Mulai Kesal

0
521
Ilustrasi (merdeka.com)
Ilustrasi (merdeka.com)
Ilustrasi (merdeka.com)
Ilustrasi (merdeka.com)

MBNews,Tarakan – Komitmen PT. PLN dan Pemerintah Kota Tarakan yang berjanji tidak akan ada pemadaman listrik setelah diberlakukannya penyesuaian tarif listrik berkala (PTLB) patut dipertanyakan. Pasalnya pemadaman masih saja terus terjadi belakangan ini, akhirnya masyarakat pun menilai pemerintah telah mengingkari janjinya diawal  PTLB resmi diberlakukan.

Dari pengamatan MBNews Minggu (21/09/2014) sekitar pukul 11.30 Wita, Aliran listrik milik PT. PLN Tarakan kembali drop, sehingga pemadaman kembali dirasakan warga Tarakan tanpa terkecuali atau bahasa teknisnya sering disebut Black Out.

“Katanya tidak  ada lagi mati lampu (listrik,red), saya sudah bayar listrik sampai 2 kali lipat tapi tetap juga terjadi pemadaman listrik”,kata Risman warga kelurahan pantai amal kecamatan Tarakan Timur.

Senada dengan Risman, Trisno warga kelurahan karang anyar pantai juga mengeluh akibat pemadaman yang terjadi hari ini, bahkan ia mengaku geram dengan pelayanan PLN Tarakan yang menurutnya semakin hari semakin amburadul serta terkesan tidak perduli dengan nasib masyarakat kecil, yang dengan seenaknya melakukan pemadaman.

“kemarin janjinya apa ? tidak ada pemadaman toh, lha piye bayar listrik mahal pemadaman tetap dirasakan !  hari ini matinya lumayan lama ada sekitar sejam baru nyala. Kalau ditanya sudah pasti alasannya PLN  masalah klasik (gangguan teknis, red), teknis kok hampir setiap hari.”,ujar Trisno dengan nada tinggi.

Sementara itu pihak PLN yang dikonfirmasi membenarkan adanya pemadaman aliran listrik, manager Tekhnik PLN Tarakan Heni Setyo Handoko menjelaskan, pemadaman terjadi karena adanya gangguan jaringan penghubung dari idec ke PLN yang mengakibatkan seluruh mesin menjadi black out.

“iya benar mas tadi Black Out,setelah kami telusuri ternyata ada gangguan jaringan penghubung dari idec ke PLN yang mengakibatkan listrik seluruh kota padam, kami minta maaf kepada seluruh masyarakat Tarakan atas terjadinya pemadaman ini.” Ungkap Heni. (NY/RUN)