Mengurai Kemacetan, Jl. Slamet Riady Satu Jalur

0
525
Memecah Kepadatan Arus Lalulintas di Jl.Slamet Riady, Dishub Terapkan Sistem Buka Tutup Arus Lalulintas Pada Saat PK5 Mulai Melakukan Aktifitas Di Pagi Hari (run)
Memecah Kepadatan Arus Lalulintas di Jl.Slamet Riady, Dishub Terapkan Sistem Buka Tutup Arus Lalulintas Pada Saat PK5 Mulai Melakukan Aktifitas Di Pagi Hari (run)

MBNews, Tarakan – Untuk mengurai kemacetan di Jl.Slamet Riady yang selama ini dikeluhkan masyarakat khususnya pada pagi hari, saat pedagang kaki lima (PK 5) menggelar dagangannya. Dinas Perhubungan (Dishub) Tarakan akan menerapkan sistem buka tutup arus lalulintas satu jalur di Jl.Slamet Riady (Kampung Bugis).

Kepala Dishub Tarakan Suparlan,S.T mengatakan, sebelum menerapkan sistem buka tutup arus lalulintas satu jalur, Dishub bersama dengan Satlantas Polres Tarakan sudah melakukan pemantauan terhadap arus lalu lintas dijalan selamet riady sejak kamis (4/12/2014).

“Sudah dilakukan pemantauan arus lalu lintas di Jl.Slamet Riady, dalam pemantauan didapatkan jalur tersebut untuk jam tertentu khususnya pukul 07.00 – 09.00 Wita, padat dan cendrung macet.” Ungkap Suparlan, Senin (8/12/2014).

Suparlan menjelaskan, setelah dilakukan pemantauan dengan satlantas, maka dibuatlah rekayasa lalu lintas untuk sementara waktu alias tidak permanen, sambil menunggu tindak lanjut rencana relokasi PK 5 yang akan dilakukan oleh Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM).

“Sistem buka tutup arus lalu lintas diberlakukan dari pukul 06.00 sampai 09.00 Wita, setelah itu arus lalulintas kembali normal 2 jalur.” Ucapnya.

Adapun arus lalulintas pada saat sistem satu jalur diberlakukan, kendaraan dari arah Jl. Jendral Sudirman dilarang menuju kearah Jl. Slamet Riady. Sedangkan arus lalulintas dari Jl.Slamet Riady mengarah keluar menuju Jl.Jendral Sudirman.

“Jalur masuk lalu lintas kedaerah  kampung bugis maupun karang anyar pada jam yang ditentukan tidak lagi dari Jl.Jend.Sudirman, memang agak merepotkan karena harus memutar, tetapi harus dilakukan untuk memecah kepadatan arus lalulintas.” Tegas Suparlan.

Dikarenakan adanya kunjungan Presiden RI Joko Widodo dalam waktu dekat, Dishub belum bisa menerapkan sistem buka tutup arus lalulintas satu arah di Jl.Slamet Riady. Maka penerapan sistem buka tutup arus lalulintas dilakukan setelah kedatangan Presiden RI tersebut. (fir)