Mustahil Insentif Ketua RT Dinaikan, Bersyukur Terima Rp. 600 Ribu/bulan

0
243
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Melihat kondisi keuangan daerah yang tercermin lewat Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tarakan yang cukup minim, Wakil Walikota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat meragukan pada tahun ini uang insentif Ketua RT  dapat ditingkatkan, hal tersebut ditegaskan Arief  dalam menyikapi keinginan ketua RT yang menuntut kenaikan Insentif.

Kepada merahbirunews.com, Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan,  APBD Tarakan tahun 2015 Rp.1,083 Trilun, dari jumlah tersebut gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) Daerah sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp. 500 Milyard, belum ditambah dengan pengeluaran lainnya. Tentunya menurut Arief sangat kecil Pemerintah Kota (Pemkot) menaikan insentif ketua RT dari Rp.600 ribu menjadi Rp. 1 Juta.

“Kita tidak menyangka APBD kita tahun ini begitu kecil, sementara itu Insentif yang ditanggung oleh Pemkot bukan hanya ketua RT, melainkan banyak seperti Insentif  purnawirawan, guru ngaji, guru agama kristen, dan banyak sekali.” Ungkap Khaeruddin Arief Hidayat, Jumat (24/04/2015).

Lanjut mantan anggota DPRD Tarakan ini, uang Insentif Ketua RT saat ini patut disyukuri. Mengingat didaerah lain uang insentif tersebut tidak sebesar ketua RT yang ada di Tarakan. Untuk didaerah Jawa uang insentif RT ada yang hanya menerima Rp. 150 ribu.

“Yang jelas saat ini insentif RT di Tarakan terbesar dibandingkan daerah lainnya, dijawa saja insentif RT ada yang Cuma Rp.150 ribu perbulan. Untuk Tarakan insentif sebesar Rp.600 ribu memang hanya untuk operasional Ketua RT, sebab ketua RT yang ada kebanyakan ada pekerjaan lainnya.” Ucapnya.

Walaupun pada tahun ini, Khaeruddin Arief Hidayat belum berani memastikan dapat meningkatkan uang insentif ketua RT, namun selaku Wakil Walikota Tarakan dirinya mengupayakan kenaikan insentif tersebut pada tahun berikutnya dengan melihat kondisi keuangan daerah.

“Sisa APBD yang ada saat ini hanya Rp. 700 Milyard, insentif ketua RT tetap kita upayakan naik. Mudahan dengan ada Gubernur Kaltara Kedepan, kita berupaya mendapatkan bantuan dari APBD Provinsi Kaltara untuk menaikan insentif ketua RT.” Tuntas Khaeruddin Arief Hidayat.

Untuk diketahui, Ketua RT saat ini mengeluhkan kecilnya uang insentif yang diterima setiap bulan dari Pemkot Tarakan. Pasalnya insentif sebesar Rp.600 ribu dianggap tidak mampu memenuhi kebutuhan operasional para ketua RT. Untuk memperjuangkan kenaikan insentif ketua RT tersebut,  Forum Komunikasi Ketua Rukun Tetangga (FKKRT) Tarakan bersiap menagih janji Walikota Tarakan Sofian Raga berserta Wakilnya Khaeruddin Arief Hidayat yang menjanjikan siap menaikan Insentif Ketua RT dari Rp.600 ribu menjadi Rp. 1 juta perbulan. (nur)