Penderita Demam Berdarah Di Tarakan Mencapai 409 Orang

0
544
Ilustrasi (sabarhas.blogspot.com)
Ilustrasi (sabarhas.blogspot.com)
Ilustrasi (sabarhas.blogspot.com)

MBNews, Tarakan – Masyarakat  Tarakan patut waspada terhadap perkembangan nyamuk demam berdarah dangue (DBD) Aedes aegepty dan Aedes Albopictus, pasalnya sejak Januari hingga November sebanyak 409 kasus penderita DBD ditemukan.

Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Tarakan dr.Hj. Tri Astuti Sugiyatmi mengatakan, angka 409 kasus penderita DBD tersebut masih bisa bertambah, sebab puncak siklus tertinggi penyebaran gigitan nyamuk  Aedes aegepty dan Aedes Albopictus selain di bulan Mei, Juli, juga  dibulan Desember.

“Angka penderita DBD mengalami peningkatan, jika pada tahun 2013 tercatat ada 368 kasus, maka pada 2014 ini sampai bulan November ditemukan 409 kasus penderita DBD, namun itu masih sementara dan diprediksi hingga akhir Desember jumlah penderita DBD bisa mencapai 500 kasus lebih.” Jelas Tri Astuti, Jumat (19/12/2014)

Dibeberkan, daerah yang rawan mengalami peningkatan penderita DBD berada didaerah pesisir, seperti halnya Juata laut pada tahun ini ditemukan 40 kasus masyarakat setempat menderita DBD, padahal pada tahun 2013 jumlah penderita DBD hanya 16 orang.

“Perubahan iklim menjadi pemicu berkembangnya nyamuk DBD, ditambah dengan meningkatnya jumlah penduduk serta masih banyak masyarakat yang mengunakan bak penampungan air hujan khusunya didaerah yang belum terpasangan instalasi jaringan pipa air PDAM.” Ungkapnya. (run)