Rapat Tertutup Tak Membuahkan Hasil

0
488
Ilustrasi (sindonews.com)
Ilustrasi (sindonews.com)
Ilustrasi (sindonews.com)

Mbnews,Tarakan – Rapat tertutup yang digelar diruang kerja walikota Tarakan antara Dewan Pengupahan Kota (Depeko),Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan walikota Tarakan Kamis, (20/11/2014) tidak membuahkan kesepakatan, nilai UMK yang akan diusulkan ke pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Dengan itu,diperkirakan waktu penetapan nilai UMK kota Tarakan akan molor.

Ketua Depeko Tarakan Dra.Hj. Mariam mengatakan, pertemuan yang digelar di ruang kerja walikota itu hanya sekedar sharing dan tukar pendapat antara Depeko dan Apindo mengenai berapa layaknya nilai UMK yang akan diusulkan ke pemerintah provinsi Kaltim. Namun dari hasil sharing, Depeko belum mengambil sikap nilai UMK yang pantas diterapkan di kota Tarakan tahun 2015.

“Walikota berpesan kepada Depeko agar dalam mengambil langkah ini jangan terburu-buru supaya nantinya tidak ada pihak yang merasa diberatkan,”kata Dra.Hj.Mariam kepada MBNews yang ditemui usai rapat.

Karena tidak membuahkan hasil kesepakatan,bisa dipastikan penetapan UMK ini akan molor dari yang dijadwalkan sebelumnya. Dimana Depeko sudah harus mengantongi hasil kesepakatan nilai UMK selambat-lambatnya tanggal 21 November 2014. Meski demikian Mariyam nampaknya tidak terlalu ambil pusing dengan keterlambatan ini. Dia menilai keterlambatan ini adalah hal yang wajar dan sangat bisa terjadi di kota mana saja.

“Keterlambatan ini tidak menyalahi ketentuan. Bukan Tarakan saja yang terlambat, daerah lain juga banyak yang terlambat, kalaupun melewati batas waktu no problem. Jadi tidak harus mengejar waktu tanggal 21 itu,” Ujarnya santai.

Ketika ditanya bagaimana sikap dari Apindo saat sharing dengan walikota apakah tetap mempertahankan nilai UMK sesuai yang diusulkan Rp.2.400.000, Mariam menjawabnya dengan penuh kehati-hatian.

“Pak wali memberikan sedikit saran kepada Apindo bahwa infrastruktur kota Tarakan ini sangat berbeda dengan kota-kota lainnya yang ada di Kaltim. Dan itu juga yang menjadi pertimbangan,” imbuhnya.

Maryam optimis Apindo akan melunak,dan usulan yang ditawarkan mereka Rp.2.400.000 masih bisa berubah. Sesuai dengan masukan yang diberikan Walikota Tarakan Ir.Sofian Raga,M.Si

Sementara itu Walikota Tarakan Ir.Sofian Raga,M.Si yang ditemui secara bersamaan mengungkapkan hal yang senada dengan Asisten Kesejahteraan Rakyat yang juga Ketua Depeko Dr.Hj.Mariam. Sofian menjelaskan dalam menentukan nilai UMK semua harus dilibatkan, baik Serikat Pekerja, Apindo,dan Depeko. Namun kapan pastinya akan memanggil masing-masing perwakilan untuk duduk bersama, dan untuk waktu pemanggilan masih dirahasiakan.

“Masa saya harus mutuskan sepihak, kan tidak mungkin. Nanti pasti akan diputuskan bersama-sama. Tidak apa terlambat asal tidak ada yang merasa dirugikan,”Tuntas orang nomor satu di Tarakan ini.(nsa/fir)