Sekper PT.PLN Tarakan Diperiksa Kejaksaan ?

0
616
Ilustrasi  (gtscoop.com)
Ilustrasi (gtscoop.com)

MBNews, Tarakan – Seketaris Perusahaan (Sekper) PT.PLN Tarakan Muyoto diam diam menyambangi kejaksaan negeri Tarakan. Namun sayangnya kedatang Sekper yang ramah senyum tersebut tidak banyak diketahui, tiba dikejaksanaan sekitar pukul 17.00. Muyoto yang tertangkap basah awak media enggan memberikan komentar tujuan kedatangannya.

“Saya hanya jalan-jalan saja.” Ucapnya, Senin (2/1/2015)

Ketika dikonfirmasi kepastian, selain jalan jalan apakah bentuk kedatangnya untuk memenuhi panggilan kejaksaan terkait mencuatnya skandal patut diduga terjadi penyuapan dalam penetapan Penyusuaian Tarif Listrik Berkala (PTLB) 59 persen ? Muyoto dengan lugas membantah kedatangannya sebagai bentuk pemanggilan dari kejaksaan.

Disisi lain, Gerakan Pemuda Daerah (Garuda) sudah menyerahkan 3 alat bukti tambahan guna memperkuat kasus hukum dugaan suap (PTLB) 59 persen yang dilakukan oknum 12 anggota DPRD Priode 2009-2014 ditmbah 1 Pejabat Tinggi Pemkot Tarakan.

“sudah diserahkan 3 alat bukti baru, untuk ditindak lanjuti pihak kejaksaan.” Ungkap Ketua Gerakan Pemuda Daerah (Garuda) Akbar Syarif.

Akbar menegaskan, Garuda siap dipanggil kejaksaan untuk dimintai keterangan sebagai saksi, hal itu dilakukan guna mengungkap fakta dibalik kasus PTLB yang menyeret sejumlah nama pejabat.

“Siap jika dipanggil kejaksaan, ini semua akan terbongkar khusunya terkait percakapan rahasia pejabat yang bersangkutan.” Tegas Akbat dengan bersemangat.

Pasca menyerahkan dokumen tambahan, Selaku Ketua Garuda Akbar Syarif langsung dimintai keterangan pihak kejaksaan. Sekitar 5 jam lebih aktifis muda ini diinterogasi oleh pihak kejaksaan mulai pukul 11.00 hingga pukul 16.00 wita.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tarakan M.Iqbal menjelaskan, keterangan yang disampaikan Akbar Syarif sangat berguna untuk menemukan titik terang apakah benar adanya suatu tindak pidana di dalam laporan penyuapan kasus PTLB.

“Kami sedang mencari bukti terkait pelaporan tersebut.” Beber  Iqbal. (nsa/run)