Sudah Saatnya Tarakan Memiliki Pusat Rehabilitasi Narkoba

0
315
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews,Tarakan-Tingginya angka pecandu narkoba yang ada di Tarakan membuat anggota komisi 2 DPRD Tarakan melakukan kunjungan kerja ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Makasar.Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan angka pecandu narkoba dengan melakukan rehabilitasi.

Anggota komisi 2 DPRD Tarakan Jamaluddin menuturkan hasil dari kunjungan itu pihaknya dapat melihat langsung mengenai proses rehabilitasi pecandu narkoba,dimana selama masa proses rehabilitasi,para pecandu tidak dipungut biaya sepeser pun baik pengobatan maupun di asrama.Selain itu,dikatakan Jamaluddin,pihaknya melakukan kunjungan kerja ke BNN Makassar juga sekaligus membawa warga yang mau melakukan rehabilitasi atas kemauan sendiri.

“Jadi di BNN Makassar bagi pecandu yang mau direhabilitasi itu biayanya gratis. Baik dia pemakai berat ataupun ringan.Kalau dia pemakai berat akan di inapkan di asramanya selama 6 bulan,”ungkap Jamaludin kepada Merahbirunews.com Senin, (13/04/2015)

Lebih lanjut Jamaludin mengatakan hasil dari kunjungan kerja ini nantinya akan dirapatkan di komisi 2 serta berkonsultasi dengan pemerintah agar bagaimana caranya apa yang dilakukan oleh BNN Makassar bisa diterapkan di kota Tarakan.Karena menurut Jamaludin rehabilitasi ini sangat diperlukan sekali ada di kota Tarakan,karena kota Tarakan merupakan pintu gerbang untuk masuknya barang haram ini.

“Tarakan merupakan pintu gerbang masuknya narkoba,karena berbatasan langsung dengan Negara tetangga.Hampir setiap hari kita dengar di media ada saja pecandu narkoba yang ditangkap,”Ujarnya.

Selain itu lanjut Jamal dengan dibangunnya rehabilitasi ini akan membantu tugas dari kepolisian untuk memberantas kasus peredaran narkoba,karena nanti yang akan jadi focus dari kepolisian adalah Bandar besarnya.

Saat disinggung apakah dengan adanya tempat rehabilitasi ini tidak rawan disalahgunakan bagi Bandar narkoba yang akan menghindari hukuman berat,jamal menjawab bahwa pihak kepolisian dan BNN telah mempunyai cara tersendiri untukmengetahui mana Bandar narkoba dan mana yang memang benar-benar pecandu,sehingga dirinya yakin tempat rehabilitasi ini tidak akan disalahgunakan.

“Saya kira kepolisian dan BNN sudah bisa membedakan itu, mana Bandar dan mana yang pecandu,jadi saya pikir tidak akan disalahgunakan,”tuntas politisi PAN ini. (mei)