Tarakan Daerah Strategis Konsulidasi dan Persembunyian teroris

0
297
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Ditangkapnya terduga teroris asal Tarakan berinisial MR, Kamis (14/5/2015) di terminal 2 Bandara Juanda Surabaya, menandakan sudah saatnya masyarakat Tarakan patut waspada. Sebab pulau Tarakan yang secara geografis berbatasan dengan Negara Tetangga Malaysia dan Filipina, sangat strategis sebagai daerah konsulidasi dan persembunyian kelompok teroris.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0907 Tarakan, Letkol Czi Irfan Siddiq mengatakan, belajar dari tertangkapnya terduga teroris MR, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan sedini mungkin dengan lingkungan disekitarnya, hal itu dilakukan sebagai antisipasi jika ada oknum teroris yang bersembunyi.

“Masyarakat perlu waspada jangan sampai terpengaruh dengan ideologi yang disebarkan kelompok teroris,” ucap Irfan, Minggu (17/5/2015).

Lanjut Irfan, dengan melihat luas pantai pulau Tarakan, serta banyaknya pintu masuk melalui jalur tikus disepanjang bibir pantai, sangat tidak menutup kemungkinan jika para teroris tersebut masuk ke bumi paguntaka (nama lain Tarakan,red) melalui jalur ilegal tersebut.

“Aparat kemanan kemungkinan sangat kesulitan sangat kesulitan untuk memantau karena banyaknya pintu masuk melalui jalur tikus disepanjang bibir pantai,” jelasnya.

Pada saat ditanya selain kelompok teroris masuk ke Tarakan melalui jalur tikus, apakah ada kemungkinan senjata ilegal yang dipergunakan teroris bisa masuk ke Tarakan,? Irfan menjawab, melihat kondisi pulau Tarakan yang sangat strategis sebagai daerah transit diperbatasan, tidak menutup kemungkinan senjata ilegal keluar-masuk Tarakan.

“kemungkinan peredaran senjata bisa terjadi di Tarakan, sehingga ini juga patut diwaspadai,” tuntas Irfan. (nur)