Tuntut Kesejahteraan, RSUD Pecat Petugas ICU

0
988
Direktur RSUD Tarakan dr. Wiranegara Tan (run)
Direktur RSUD Tarakan dr. Wiranegara Tan (run)
Direktur RSUD Tarakan dr. Wiranegara Tan (run)

MBNews, Tarakan – Merasa kurang mendapatkan perhatian dan kesejahteraan, puluhan petugas perawat Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah ( RSUD) Tarakan melakukan aksi mogok kerja, Senin (15/12/2014).

Salah satu perwakilan perawat RSUD Tarakan Tugiyono kepada awak media mengatakan, selama ini harusnya penghasilan petugas dibagian ICU lebih besar dari petugas dibagian lain, namun kenyataannya penghasilan tidak sesuai dengan yang di harapkan. Dijelaskan, mogok kerja yang dilakukan puluhan petugas medis tersebut untuk meminta kebijakkan agar managemen RSUD meningkatkan kesejahteraan petugas ICU.

“Kami menagani 1 pasien di ICU itu perbandingannya sama dengan menangani 10 pasien biasa, ya karena penanganan di ICU menyangkut nyawa pasien,” Tegas Tugiyono

Secara terpisah Direktur RSUD Tarakan dr. Wiranegara Tan,S.IP.,MM., menjelaskan, sesuai peraturan yang ada apabila pegawai yang melakukan aksi protes, maka sanksi yang diterima adalah pemecatan, hal ini dikarenakan melanggar peraturan pemerintah. Dengan adanya kejadian tersebut, managemen RSUD Tarakan sepakat memecat 3 kepala ruangan ICU, karena melanggar peraturan dan menjadi Provokator.

“ya kalau mereka mengaku professional, seharusnya tidak perlu melakukan mogok kerja, seharusnya duduk bersama menyelesaikan tuntutan, kemudian untuk peningkatan kesejahteraan petugas medis maupun paramedis di RSUD Tarakan memang sudah direncanakan, dan akan direalisasikan mulai bulan januari 2015.” Jelas Wiranegara Tan.

Walaupun adanya pemecatan dengan dalil melakukan aksi mogok kerja, Wiranegara Tan memastikan pihak managemen RSUD tidak merasa kehilangan pegawai, sebab masih banyak petugas ahli dan terlatih. (ctr/run)