Waspada Beras Plastik Masuk Tarakan

0
680
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Masyarakat Tarakan patut waspada terhadap peredaran beras plastik yang sudah masuk ke Indonesia. Beras palsu berbahan baku plastik tersebut tidak dijual secara murni, melainkan dioplos dengan beras asli untuk menghindari kecurigaan pembeli.

Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM) Tarakan Untung Prayitno mengatakan, beras plastik, baru ditemukan didaerah bekasi, namun tidak ada salahnya jika masyarakat kota Tarakan meningkatkan kewaspadaan saat membeli beras.

“Saya sudah menghubungi kementrian perdagangan terkait penemuan beras plastik, dan oleh kementrian hal tersebut dibenarkan, bahwa ditemukan adanya beras plastik yang dioplos dengan beras asli,” ucap Untung, Selasa (19/5/2015).

Lanjut Untung, Diperindakop Tarakan masih menunggu surat intruksi dari kementrian perdagangan khususnya dalam hal pemantauan atau razia beras plastik. Selama belum ada surat tersebut, Disperindakop belum bisa melakukan razia di Tarakan.

“Ini kan sama seperti persoalan apel washington lalu, artinya kita masih menunggu surat petunjuk dari kementrian perdagangan, dari surat tersebut kita berharap ada arahan jelas mengenai ciri beras palsu, sebab beras ini tidak dijual perkarung secara murni, melainkan dioplos (campur) dengan beras asli,” jelasnya.

Walaupun beras palsu berbahan baku plastik sudah ditemukan di bekasi, Untung tidak yakin beras plastik bisa masuk secara langsung ke Tarakan, sebab beras tersebut merupakan beras import dari cina sehingga untuk masuk secara langsung harus melalui pelabuhan Import besar yang ada di Jakarta atau Surabaya.

“Yang jelas saat ini kementrian dan pihak terkait lainnya sedang melakukan razia di daerah Jawa karena beras tersebut masuknya melalui pelabuhan import besar,” ungkap Untung.

Ketika ditanya bisakah beras berbahan baku plastik asal Negara Komunis tersebut masuk ke Tarakan melalui jalur perdagangan Ilegal Negara tetangga Tawau Malaysia, ? Untung hal tersebut kecil kemungkinan terjadi, sebab Malaysia tentunya sudah mengantisipasi masuknya beras plastik tersebut.

“Kecil kemungkinan beras plastik masuk secara langsung ke Tarakan melalui jalur tikus diperbatasan,” ujarnya.

Sementara itu, Rahmat pedagang beras yang sehari-harinya berjulan di daerah jalan aki balak mengatakan, untuk beras oplosan yang bercampur dengan beras plastik diyakinkan tidak ada di Tarakan. Namun dikhawatirkan dengan adanya beras plastik tersebut bisa berdampak kepada lesunya penjualan beras.

“Saya yakin beras plastik yang dioplos dengan beras asli tidak ada di Tarakan,” Ucap Rahmat.

Untuk diketahui, ada beberapa tips untuk membedakan beras ali dan beras plastik, Untuk beras asli akan menyerap air maka tekstur beras akan lembut dan jika dimasukan ke penanak nasi beras mengeras tapi tekstur kelembutannya masih ada. Untuk beras palsu berbahan baku plastik maka beras lembek dan mengeras. (nur)