3 pesawat tempur F16 mulai patroli di Karang Unarang

0
434
3 Pesawat F16 yang siaga di Bandara Juwata Tarakan (hfa)
3 Pesawat F16 yang siaga di Bandara Juwata Tarakan (hfa)
3 Pesawat F16 yang siaga di Bandara Juwata Tarakan (hfa)

MBNews, Tarakan – 3 pesawat tempur jenis F16, 4 pesawat Hercules, 2 pesawat CN235 dan 1 helikopter Superpuma disiagakan oleh Markas Besar TNI AU di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. Hal tersebut dilakukan mengingat cukup tingginya eskalasi pelanggaran wilayah pertahanan udara dan laut di perairan ambang batas laut Karang Unarang.

“Dengan kode operasi Perisai Sakti pesawat tersebut mulai hari ini akan berada di Pangkalan Udara Juwata Kota Tarakan.” Kata Komandan Lanud Tarakan Letnan Kolonel Penerbang Tiopan Hutapea kepada merahbirunews.com Rabu (10/6/2014)

Dijelaskan oleh Tiopan, hingga saat ini sudah ada pertemuan sebanyak 27 kali dengan pihak negara tetangga Malaysia soal perbatasan di Karang Unarang, namun belum ada titik terang klaim wilayah tersebut.

“Dengan dasar tersebut Mabes TNI memerintahkan operasi perisai sakti diaktifkan kembali untuk meredakan potensi ancaman penyerobotan kedaulatan di Ambalat karang unarang.” Tambahnya

Dalam beberapa hari kedepan pesawat F16 yang datang dari Lanud Iswahyudi Madiun tersebut akan melakukan patroli di wilayah perbatasan. Letkol Tiopan menambahkan, dengan adanya operasi perisai sakti tersebut TNI AU tetap berkomitmen dan memberikan perhatian penuh terhadap wilayah perbatasan negara agar jangan sampai diklaim oleh Malaysia.

Sementara itu Komandan Squadron Udara 3 Tempur Lanud Iswahyudi Madiun, Letnan Kolonel Penerbang Anjar Legowo mengungkapkan, Squadron Udara 3 sudah siap untuk lakukan patroli wilayah perbatasan Karang Unarang. Dijelaskan dengan 3 pesawat F16 dan dibantu pesawat lainnya dinilai cukup untuk dilakukannya patroli sehingga satuan tempur negara tetangga diharapkan tidak dapat berbuat banyak ataupun berani melakukan pendekatan di wilayah NKRI.

“Untuk pesawat F16 sendiri sudah dilengkapi dengan persenjataan terutama misil tempur,” Kata Letkol Anjar

Untuk berapa lama operasi perisai sakti yang dilaksanakan, semua itu tergantung perintah dari pimpinan di mabes TNI AU karena hal ini merupakan perintah maka sebagai perajurit TNI wajib untuk melaksanakannya. (hfa)