Jabatan Direktur Perusda Berakhir, Tigor Belum Diganti ?

0
674
Tigor Nainggolan Direktur Perusda 2011-2014 (run)
Tigor Nainggolan Direktur Perusda 2011-2014 (run)
Tigor Nainggolan Direktur Perusda 2011-2014 (run)
Tigor Nainggolan Direktur Perusda 2011-2014 (run)

MBNews, Tarakan – Sejak Agustus 2014 lalu, jabatan Direktur Perusahaan Daerah (Perusda) Tarakan yang diamanahkan kepada Tigor Nainggolan telah berakhir. Namun sayangnya pasca berakhirnya jabatan direktur perusda, sampai saat ini tidak ada langkah dari pemerintah kota untuk melakukan proses pengangkatan direktur perusda yang baru.

Ketika dikonfirmasi terkait jabatan direktur perusda yang sudah berakhir, Tigor Nainggolan membenarkannya, Tigor mengatakan jabatan seorang direktur perusda sesuai dengan aturan yang berlaku hanya 4 tahun, dan dirinya menjabat sebagai direktur perusda sejak 2011 sehingga pada 2014 jabatan tersebut sudah berakhir.

“Saya efektif menjadi direktur perusda anggaplah Agustus 2011, sehingga sesuai dengan Surat Keputusan, jabatan Direktur Perusda yang saya emban sudah berakhir pada Agustus lalu.” Jelas Tigor Nainggolan, Selasa (7/10/2014)

Ketika ditanya apakah persoalan jabatan direktur perusda yang sudah habis diketahui oleh Walikota, dan DPRD Tarakan ? Dengan lugas Tigor menjawab, Walikota maupun DPRD hingga kepada masyarakat umum sudah mengetahuinya, sehingga diharapkan sesegera dilakukan proses mekanisme pengangkatan direktur perusda yang baru.

“Saya sudah paparkan kepada Walikota (Sofian Raga,red) Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Perusda yang saya emban, sehingga Walikota bahkan DPRD hingga masyarakat pun tahu, jabatan direktur perusda telah habis.” Terangnya.

Tigor menjelaskan, walaupun saat ini jabatan yang diembanya sudah berakhir bukan berarti dirinya tidak mau meninggalkannya, jika dirinya langsung meninggalkan jabatan tersebut sebelum ada penggantinya tentu saja hal itu tidak dibenarkan.

“Masa jabatan direktur perusda memang telah berakhir, namun hal itu bisa diperpanjang sampai nanti ada direktur yang baru, sehingga roda organisasi perusda tetap berjalan.” Ungkap Tigor.

Selain itu, Tigor berharap dalam rekuitmen seleksi direktur Perusda nantinya digunakan cara profesional, sehingga menghasilkan seorang direktur yang berkompeten menjalankan perusda.

“Untuk menghasilkan direktur yang baik harus melalui mekanisme fit and properties, paparan akademis, paparan program kerja, serta komitmen memajukan perusda, dan yang terpenting kalau bisa yang melakukan tes dari pihak perguruan tinggi, bukan politisi, hal itu dilakukan agar tes calon direktur benar-benar bersih.” Tuntas Tigor Nainggolan (RUN)