Jembatan Mawar Siap Dibangun, Telan Anggaran Rp 1,2 M

0
289
DPUTR Tarakan Pastikan Pembangunan Jembatan Mawar Dilaksanakan Tahun Ini (nur)
DPUTR Tarakan Pastikan Pembangunan Jembatan Mawar Dilaksanakan Tahun Ini  (nur)
DPUTR Tarakan Pastikan Pembangunan Jembatan Mawar Dilaksanakan Tahun Ini (nur)

MBNews, Tarakan – Kondisi Jembatan Kayu, Jalan Mawar RT 18, Kelurahan Karang Anyar, dapat dibilang tidak layak untuk digunakan, sebab sudah beberapa kali kendaraan roda empat harus mengalami kecelakaan karena terperosok saat melewati Jembatan yang menjadi penghubung daerah kampung bugis dengan karang anyar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan, Muhammad Haidir mengatakan, kondisi Jembatan saat ini masih menggunakan  baku dari kayu jenis ulin, kedepannya jembatan tersebut disulap menjadi permanen dengan bahan baku beton cor, sehingga tidak membahayakan kendaraan besar saat melintas. Selain itu, konsep desain bangunan jembatan juga mengikuti konsep penanggulangan banjir yang menjadi program Walikota Tarakan.

“Desain Jembatan Kayu nantinya dalam bentuk beton cor, selain itu mengikuti konsep penanggulangan banjir,” ucap Haidir, Selasa (14/7/2015).

Lanjut Haidir, jika bentang dan lebar Jembatan yang ada saat ini terlihat kecil, pada konsep desain pembangunan Jembatan Mawar, bentangan mencapai 10 meter dengan lebar 4 meter, hal ini dilakukan untuk menyesuaikan konsep penangan banjir di daerah karang anyar, sehingga dengan ukuran tersebut, bawah jembatan menjadi lebar serta singkron dengan luas daerah aliran sungai karang anyar.

“Bentangan 10 meter, lebar menyesuaikan 4 meter, sehingga maching dengan daerah aliran sungai, saat program penanggulangan banjir berjalan nantinya,” ujarnya.

Adapun tahap pembangunan Jembatan Kayu Jalan Mawar, sudah memasuki tahapan persiapan tender, dalam tender tersebut memuat beberapa klausus pembangunan, pasalnya dalam pembangunan jembatan ini menurut Haidir tidak bisa dilakukan sembarangan, mengingat ada 2 rumah disekitar jembatan mengalami perbedaan elevasi (permukaan tanah) antara jembatan serta badan jalan yang nantinya juga ikut dilebarkan.

“Proses tender memakan waktu 1 bulan, dan tender dilaksanakan setelah Idul Fitri, dan pemenang kontrak nantinya harus benar-benar mengerjakan pembangunan jembatan ini, sebab ada beberapa rumah eksisting apabila itu disesuai dengan desain penanggulangan banjir, akan terjadi perbedaan elevasi yang cukup tinggi antara jembatan serta badan jalan yang akan kita bangun, sehingga harus meyesuaikan lagi desainnya,” beber Hadir.

Seperti yang diungkapkan Haidir, untuk anggaran pembangunan Jembatan Mawar, setidaknya Pemerintah Kota Tarakan harus merogoh kocek dari APBD Tahun 2015 sebesar Rp.1,2 Milyar. Dengan anggaran yang cukup besar tersebut, tentunya pengerjaan pembangunan harus maksimal agar keuangan daerah tidak dirugikan.

“Anggaran yang sudah kita siapkan Rp.1,2 Milyar, sekali dibangun harus bagus dan bermanfaat bagi masyarakat setempat, sebab sudah sering warga RT 18 meminta agar jembatan didaerah mereka dibangunkan yang baru,” pungkasnya. (nur)