Kantor Pos Salurkan Dana PSKS, Walikota Gunakan Sehematnya

0
675
Walikota Tarakan Ir.Sofian Raga,M.Si bersama dengan Kapolres AKBP Sarif Rahman dan Kepala Kantor Pos Zainul Arifin melihat langsung penyaluran dana PSKS (run)
Walikota Tarakan Ir.Sofian Raga,M.Si bersama dengan Kapolres AKBP Sarif Rahman dan Kepala Kantor Pos Zainul Arifin melihat langsung penyaluran dana PSKS (run)

MBNews, Tarakan – Kantor Pos Tarakan mulai menyalurkan dana Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS), Sabtu (22/11/2014) di halaman kantor pos. Dalam penyalurannya kantor pos terlebih dahulu menyalurkan dana PSKS bagi warga karang anyar, karang anyar pantai,  karang balik, serta karang rejo.

Kepala Kantor Pos Tarakan Zainul Arifin mengatakan, total Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang menerima PSKS sebanyak 6.546 dengan alokasi anggaran mencapai Rp. 2.618.400.000.

“Terhitung hari ini sampai 28 November dana PSKS kita salurkan kepada yang berhak menerimanya, dan dana yang diberikan sebesar Rp.400.000/orang untuk 2 bulan,” Jelas Zainul Arifin.

Zainul membeberkan, bagi warga Tarakan yang berada didaerah jauh dari kantor pos seperti binalatung, tanjung pasir, tanjung batu, juata, serta daerah pesisir lainnya, kantor pos akan berkordinasi dengan pihak kelurahan dan kecamatan setempat terkait penyaluran PSKS.

“Tim dari kantor pos yang menyambangi penerima PSKS didaerah yang jauh dari Kantor Pos.” Ucapnya.

Walikota Minta Uangnya Dihemat

Dengan jumlah nominal tidak terlalu besar, Walikota Tarakan Ir.Sofian Raga,M.Si disela melihat langsung penyaluran dana PSKS yang dilakukan oleh Kantor Pos Tarakan, meminta kepada warga yang telah menerima dana bantuan tersebut agar mengunakannya sesuai dengan kebutuhan.

“Dana PSKS yang diperoleh hendaknya digunakan untuk keperluan yang penting, digunakan sehemat mungkin sebab ini bukan gaji makanya diberi tidak terlalu banyak,” Terang Sofian Raga

Warga, Dana PSKS Terlalu Kecil

Dilain sisi, Subadi (45) warga RT 63 Kelurahan Karang Anyar ini menuturkan, dana bantuan PSKS terlalu kecil, dengan biaya hidup yang cukup tinggi di Tarakan tentunya dana tersebut tidak bisa berbuat banyak untuk membantu warga yang menerimanya.

“kalau saya pikir terlalu kecil dana bantuannya, Rp 200.000/bulan bisa untuk apa ?, sekarang bensin mahal, belum beli keperluan dapur, ya gak cukup.” Kata Subadi dengan tersenyum kecil

Bapak 2 anak ini menjelaskan seharusnya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa belajar dari Presiden sebelumnya yang menyalurkan dana bantuan langsung tunai (BLT) dan program lainnya, dengan memberikan dana bantuan sebesar Rp.300.000/perbulan.

“Walupun dapat Rp.400.000 tapi itu untuk 2 bulan, berarti sebulannya dapat Rp.200.000, biaya hidup di Tarakan tinggi sehingga harusnya dana bantuan tersebut bisa sama seperti program sebelumnya yang pernah dilakukan oleh pemerintah,” Jelas Pria yang bekerja sebagai tukang batu ini. (fir)