Lupa Dibangunkan Dari Tidur, 1 Orang Meninggal Terbakar

0
856
Jasad Almarhum Rasyid Korban Kebakaran RT.3 Karang Rejo Kcematan Tarakan Barat (ctr)
Jasad Almarhum Rasyid Korban Kebakaran RT.3 Karang Rejo Kcematan Tarakan Barat (ctr)
Jasad Almarhum Rasyid Korban Kebakaran RT.3 Karang Rejo Kcematan Tarakan Barat (ctr)

MBNews, Tarakan – Kebakaran yang meratakan 38 rumah di RT 3 kelurahan Karang Rejo Kecamatan Tarakan Barat, Sabtu (10/1/2014) menyisakan kepedihan mendalam bagi Alimudin (40), betapa tidak anak kesayangnya Rasyid (23) harus meninggal dunia karena tidak sempat diselamatkan pada saat kebakaran terjadi.

Alimudin dengan sedih menceritakan kronologis meninggalnya Almarhum Rasyid kepada MBNews.com, dikatakan pada saat kejadian (kebakaran,red) rumahnya ramai orang menyelamatkan barang, namun dikarenakan panik akhirnya keluarga lupa bahwa ada almarhum sedang tertidur pulas dilantai dua rumah.

“Karena panik kita lupa Pada saat kebakaran terjadi sedang tertidur pulas dilantai dua.” Ungkap Alimudin dengan kesedihan mendalam.

 Kepedihan semakin dalam, pada saat melihat jasad Almarhum Rasyid di ruang jenazah Rumah sakit, kondisi seluruh tubuh korban hangus terbakar, bahkan ada  beberapa bagian tubuh yang sudah hilang.

“Almarhum Rasyid meninggalkan seorang istri yang saat ini sedang hamil, dan saat kami periksa di kamar Jenazah tadi, seluruh tubuhnya hangus terbakar, dan beberapa bagian tubuhnya yang hilang, kami belum bisa membawa pulang jenazah karena besok pagi, Minggu (11/1/2015) akan dilakukan visum oleh polisi,”Jelasnya.

Dari pantauan MBNews.com, selain korban meninggal terdapat  korban lain (Indarjo) yang mengalami luka robek pada bagian jempol tangan demi menolong seorang anak lelaki yang terjebak disalah satu rumah dan  berteriak minta tolong . Sehingga Indarjo bergegas datang dan mencoba memecahkan kaca jendela, namun saat mencoba memecahkan kaca jendela ternyata dari dalam rumah sudah ada orang yang menolong anak tersebut yang  memecahkan kaca jendela sehingga dirinya terkena serpihan kaca tersebut.

“Jadi saat saya ingin menyelamatkan anak itu, posisi api hampir mendekati rumah, untungnya anak laki-laki tersebut bisa diselamatkan, namun setelah menyelamatkan anak tersebut, saya sempat pingsan karena darah yang keluar cukup banyak.”Jelasnya (ctr/run)