Marak Penjualan Senjata Replika, Satpol PP Belum Razia !!

0
341
Nampak Terlihat Kecerian   Anak-anak Bermain Senjata Repilika Asal Buatan Cina, Namun Tanpa Disadari Bahaya Juga Mengancam Jika Peluru Yang Ditembakan Terkena Bagian Tubuh (nur)
Nampak Terlihat Kecerian Anak-anak Bermain Senjata Repilika Asal Buatan Cina, Namun Tanpa Disadari Bahaya Juga Mengancam Jika Peluru Yang Ditembakan Terkena Bagian Tubuh (nur)

MBNews, Tarakan – Sudah menjadi tradisi tahunan, saat momentum hari besar keagamaan seperti Idul Fitri 1436 Hijriyah, penjualan senjata replika bak jamur dimusim hujan. Dengan banyaknya pedagang yang menjual senjata replika tersebut, tentunya menjadi daya tarik bagi anak-anak untuk membelinya, usai mendapat uang lebaran dari kedua orang tua atau hasil berkunjung dari rumah ke rumah.

Seperti halnya Tio (14), usai mengumpulkan uang dari hasil silatrurahmi rumah ke rumah, dia dan temannya langsung menyempatkan diri ke pusat perbelanjaan THM yang berada di Jalan Jendral Sudirman. Ditempat ini, Tio bersama rekannya bisa membeli berbagai macam senjata replika asal cina dengan beserta amunisinya. Bahkan para pedagang pun menjual senjata mainan tersebut dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp. 40 ribu hingga mencapai Rp.350 ribu.

“Setiap tahun om, beli mainan tembak-tembakan. Uang ampau dari rumah yang kami kunjungi dikumpulkan, tadi saya dapat Rp. 230 ribu, bisa beli 3 senjata sama pelurunya,” ucap Tio dengan polosnya, Senin (20/7/2015).

Melihat maraknya penjual senjata replika bermunculan pasca Idul Fitri, Satpol PP Tarakan memastikan akan mengambil tindakan tegas dengan merazia sejata api replika tersebut, pasalnya belajar dari pengalaman lebaran beberapa tahun lalu. Senjata api mainan asal negara tirai bambu tersebut, sudah banyak memakan korban anak-anak yang memainkannya.

“Akan dirazia, dan pusat penjualan senjata replika tersebut ada di THM ditambah daerah lainnya,” ucap Kepala Seksi Tindakan dan Penyidikan Satpol PP Tarakan, Waridi.

Diakui waridi, jika saat Ramadan ratusan senjata replika sudah disita dari beberapa toko mainan yang menjualnya. Namun entah dari mana, senjata mainan tersebut kini bermunculan dan mudah dibeli oleh anak-anak.

“Sebelumnya ada ratusan senta replika sudah diamankan, selain kembali melakukan razia, kita juga minta orang tua mengawasi anaknya agar tidak membeli senjata mainan yang berbahaya tersebut, khusunya jika ditembakan peluru mainan bisa mengenai mata dan daerah vital lainnya,” pungkasnya. (nur)