Marjonley S.Pd, Guru Di Perbatasan Yang Tak Lelah Mengajar Ditengah Keterbatasan

0
332

IMG_0974Merahbirunews.com, Tarakan – Peringatan hari guru 25 November 2015, guru yang ada di perbatasan masih banyak mengalami kekurangan dan kendala dalam proses belajar dan mengajar di sekolah. Walaupun begitu, Marjonley S.Pd, guru Bahasa Inggris di SMA Negeri 3 kecamatan Malinau Utara tetap antusias dan mengabdi memberikan pembelajaran kepada anak didiknya.

Menurut Jonley, mengajar dengan keterbatasan menjadi tantangan bagi siswa – siswa dan guru yang ada di SMA Negeri 003 Malinau Utara. “Walaupun banyak kendala, seperti distribusi buku yang tidak merata dan juga akses computer yang masih sangat terbatas dan masih banyak mengalami ketertinggalan, saya tetap senang dan berjuang mencerdaskan anak-anak di Malinau,” Kata Marjonley kepada merahbirunews.com

Secara manusiawi, Marjonley S.Pd yang masih berstatus sebagai guru honor tetap menanti kesejahteraannya yang juga perlu mendapat perhatian yang serius, Alumni Universitas Borneo ini tetap berharap adanya perhatian yang lebih khusus kepada pemerintah daerah untuk memperjuangkan nasib kaum guru yang ada di perbatasan.

Tak lupa dirinya juga berpesan kepada semua guru khususnya di perbatasan agar tetap semangat dalam memberikan pendidikan bagi generasi bangsa dan harus menyadari bahwa semangat dan antusias yang tinggi  dari siswa harus menajdi tolak ukur bukan hanya karena di perbatasan tidak mampu bersaing dengan sekolah – sekolah lain yang berada didaerah perkotaan.

“Kami yang ada  di perbatasan tidak patah semangat untuk berjuang mencerdaskan anak-anak Malinau dan dapat bersaing dengan anak-anak di Kota,” Pungkasnya (hfa)