Masa Orientasi Siswa SMA tidak Harus dengan perploncoan dan kekerasan fisik

0
593
Peserta MOS SMA 2 Tarakan mendapatkan pengarahan dari Kepolisian (ctr)
Peserta MOS SMA 2 Tarakan mendapatkan pengarahan dari Kepolisian (ctr)
Peserta MOS SMA 2 Tarakan mendapatkan pengarahan dari Kepolisian (ctr)

MBNews, Tarakan – Siswa baru yang ada di sekolah saat ini sedang menjalani masa orientasi siswa (MOS) tidak harus dialkukan dengan perploncoan dan bersifat kekerasan. Seperti halnya di SMA Negeri 2 Tarakan sudah menghindari kontak fisik dan kekerasan lainnya.

Pembina Osis SMA Negeri 2 Tarakan Shanty Asmara, Rabu (16/7/2014) mengatakan, MOS tahun ini diikuti 220 peserta ditambah 24 siswa lama yang belum mengikuti MOS. Sementara pelaksanaannya dilakukan mulai tanggal 14 Juli 2014 hingga tanggal 19 Juli 2014.

“Untuk materi yang diberikan yaitu tentang kerohanian karena bertepatan di bulan Ramadan, kemudian materi tata tertib sekolah, materi matrikulasi untuk penyamaan mata pelajaran SMA dengan SMP, lalu materi kepemimpinan.” Ungkap Shanty.

MOS yang dilaksanakan lebih mengajak siswa tersebut lebih kreatif Untuk pengembangan mental pihak sekolah tidak memakai fisik. Sehingga antara kakak kelas dan adik kelas mengayomi dengan cara yang lebih bersahabat.

“Kami menginginkan siswa tersebut bisa menjadi generasi muda yang bisa menyikapi dirinya lebih baik untuk mendapatkan masa depan yang lebih cerah.” Kata Shanty. (CTR/HFA)