Meraih 61,07 % Suara saat Pilpres, Jokowi-JK Menang di Kota Tarakan

0
507
Teguh Dwi Subagyo, Ketua KPU Tarakan (hfa)
Teguh Dwi Subagyo, Ketua KPU Tarakan (hfa)

MBNews, Tarakan – Pasangan calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla mendapatkan suara terbanyak melalui hasil perhitungan pemilihan presiden di Kota Tarakan dengan meraih 57.213 Suara atau presentase 61,07%. Sementara pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa meraih suara 36.465 atau presentase 38,93%. Untuk total suara yang tidak sah dalam pilpres kali ini sebanyak 536

Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tarakan Teguh Dwi Subagiyo saat rapat pleno perhitungan suara pemilihan presiden dan wakil presiden, Rabu (16/7/2014). Tingkat partisipasi masyarakat dalam pilpres tahun 2014 ini mencapai 94.214 dari Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih Tambahan sebanyak 139.233. Sehingga jika dipresentasikan partisipasi masyarakat mencapai 67,67 % atau naik 0,32% dari pemilihan presiden tahun 2009 yang lalu yakni 67,35% masyarakat yang mengunakan hak pilihnya.

“Walaupun naik 0,32 persen yang terpenting ada peningkatan partisipasi masyarakat dan KPU tidak memperkirakan kenaikan tersebut karena partisipasi pemilih berbeda dengan pemilihan legislative 9 April 2014 lalu yang mencapai 79,34%.” Kata Teguh Dwi Subagiyo

Setelah ditelusuri, penurunan tingkat pemilih antara Pileg dan Pilpres karena pemilihan pileg jauh emosional karena kedekatan antara masyarakat dan calon lebih kuat. Sementara untuk Pilpres karena calonnya berada di tingkat pusat rentang hubungan emosionalnya sangat jauh.

“Selain itu ada dugaan, Kota Tarakan sebagai Kota Transit dan sedang masa liburan sekolah, banyak masyarakat berada diluar Kota dan tidak sempat mengikuti proses pencoblosan.” Ungkap Teguh

Namun satu hal yang membuat KPU bernafas lega yakni saat pelaksanaan pemilu, perhitungan suara di tingkat PPS, PPK dan Kota semua berjalan lancar tanpa adanya kendala dan gangguan. Sehingga KPU memberikan apresiasi kepada Pemkot Tarakan, Kepolisian, Panwaslu Tarakan, Masyarakat dan Insan Pers. (HFA)