Memiliki pengalaman dengan salah satu penderita kanker paru-paru yang kesulitan berbagi dengan penderita sesama kanker membuat Dr. Fadli Wilihandarwo bersama teman-temannya di Universitas Gajah Mada (UGM) mencetuskan aplikasi berbasis smartphone Android bernama Pasienia. Aplikasi yang diluncurkan sejak Februari 2016 ini fokus kepada pasien dan keluarganya untuk dapat berbagi pengalaman dan tips tentang penyakitnya.

Aplikasi-Pasienia

“Penderita penyakit kronis itu banyak dan di Indonesia saja saat ini ada 50 Juta orang yang menderita penyakit kronis tersebut, baik itu yang level tinggi maupun sedang, sehingga pasien perlu difasilitasi dengan informasi yang berguna tentang penyakit mereka dan informasi yang baik tidak hanya dari dokter tetapi bagi sesama penderita penyakit yang tentunya memiliki pengalaman yang sama terutama bagi mereka yang sudah sembuh,” Kata Fadli Wilihandarwo kepada merahbirunews.com disela acara Social Media For Social Good di SMA Negeri 1 Tarakan Sabtu, (28/5/2016)

Pasienia Social Media Pasien
Pasienia Social Media Pasien

Saat ini ada sekitar 6000 user aktif di pasienia yang sudah berbagi pengalaman tentang suatu penyakit bahkah beberapa diantaranya juga adalah dokter umum dan dokter spesialis yang juga memberikan support. Kedepannya Fadli menargetkan 100 ribu user yang berisi informasi semua penyakit kronis yang pernah diderita seorang pasien.

“Aplikasi ini akan terus dikembangkan, karena masih berada di platform android, Pasienia akan hadir dalam format iOs untuk pengguna iphone maupun ipad, selain itu untuk tampilan dan konten juga akan terus dikembangkan dengan maksimal,” Lanjut anak Tarakan lulusan SMA Negeri 1 Tarakan ini

Karena merupakan startup atau rintisan, Pasienia tentu akan dikembangkan dengan bisnis mengingat Pasienia berasal dari cost minimal dan awalnya tidak ada suntikan dana awal. Ada 1 perusahaan apotik online yang sudah tertarik bekerja sama dengan pasienia dan akan dijajaki kesempatan bisnis lainnya

IMG_3431

“Tentu Pasienia akan terus dikembangkan, dan tentu akan menjadi salah satu aplikasi  yang bermanfaat bagi masyarajat di Indonesia agar tingkat kesembuhan terhadap suatu penyakit dapat lebih maksimal,” Jelas Warga Kampung Bugis Tarakan ini

Karena merupakan anak asli Tarakan, Fadli yang mengenyam pendidikan dokter di UGM sejak tahun 2008 ini berharap masyarakat Tarakan juga dapat mengunakan aplikasi agar tetap senantiasa menjaga kesehatan dan mengurangi dampak penyakit kronis yang bisa saja dialami banyak orang.