Penjelasan Gempa Bumi Kaltara – Tarakan 21 Desember 2015 6,1 SR Oleh BMKG

0
1079
Gempa Bumi 21 Desember 2015 Tarakan Kalimantan Utara
Gempa Bumi 21 Desember 2015 Tarakan Kalimantan Utara
Info Gempa Tarakan Kaltara 21 Desember 2015 6,1 SR
Info Gempa Tarakan Kaltara 21 Desember 2015 6,1 SR

merahbirunews.com, Penjelasan Gempa Bumi Kaltara – Tarakan 21 Desember 2015 6,1 SR Oleh BMKG. Dini hari tadi, pukul 02.47 WITA di daerah Tarakan, Kalimantan Utara terjadi gempa yang berkekuatan cukup besar dibanding dengan gempa bumi yang pernah melanda kota Tarakan sebelumnya. Gempa bumi kaltara ini menurut BMKG, berkekuatan 6,1 Skala Richter berada di kedalaman 10 Km (29 Km timur laut Tarakan Kalimantan Utara). Gempa bumi di Tarakan dari gempa pertama dini hari hingga saat ini masih terjadi gempa susulan ringan dengan rentang waktu cukup singkat. Berikut siaran pers dari BMKG pusat yang kami sadur melalui akun resmi @InfoBMKG :

Baca juga: Info: Gempa Tarakan Kalimantan Utara Berkekuatan 6,1 Skala Richter 21 Desember 2015.

GEMPABUMI TARAKAN KALIMANTAN UTARA

Hari Senin, tanggal 21 Desember 2015, pukul 01.47.37 WIB, sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), seperti Tarakan, Nunukan, dan Tanjung Selor, diguncang gempabumi tektonik dengan kekuatan M=6,1.

Berdasarkan analisis data gempabumi BMKG, pusat gempabumi ini terletak pada koordinat 3,61 lintang utara dan 117,67 bujur timur, tepatnya pada jarak 29 kilometer arah timurlaut kota Tarakan pada kedalaman hiposenter 10 kilometer. Guncangan gempabumi ini dirasakan di beberapa daerah seperti di Tarakan dan Nunukan IV-V MMI dan di Tanjung Selor III-IV.

Dengan memperhatikan kekuatan gempabumi M=6,1 dengan kedalaman hiposenter 10 kilometer dan terjadi di daratan, maka potensi terjadinya kerusakan akibat gempabumi ini cukup besar, apalagi zona Nunukan-Tarakan merupakan daerah kepulauan, diantaranya terbentuk sebagai hasil proses sedimentasi pada masa lalu. Tanah lunak di dataran aluvial dapat memicu terjadinya amplifikasi gelombang gempabumi.

Gempabumi yang terjadi merupakan aktivitas kerak dangkal (shallow crustal earthquake) jenis intraplate dengan hiposenter dangkal akibat aktivitas sesar aktif. Sehingga sangat relevan jika hasil analisis mekanisme sumber gempabumi ini merupakan patahan mendatar (strike-slip fault).

Kondisi tektonik di bagian timur Pulau Kalimantan memang cukup kompleks, sehingga zona ini memang merupakan kawasan paling rawan gempabumi di Pulau Kalimatan. Kerawanan gempabumi di zona ini selain disebabkan oleh adanya beberapa struktur geologi sesar turun dan beberapa struktur sesar mendatar.

Zona Nunukan-Tarakan dan sekitarnya secara tektonik diapit oleh tiga sistem sesar mendatar. Di sebelah selatan terdapat dua sistem sesar yang berarah baratdaya-tenggara, yaitu zona Sesar Mangkalihat (Mangkalihat fault zone) dan zona Sesar Maratua (Maratua fault zone). Zona Sesar Mangkalihat merupakan sesar kelanjutan dari Sesar Palu-Koro, yang melintas dekat kota Tanjung Redep.

Keberadaan zona Sesar Maratua juga tidak kalah penting untuk diperhatikan, karena ujung sesar ini terletak di lautan yang lokasinya berdekatan dengan kota Tanjung Selor. Sementara itu, di sebelah utara Pulau Tarakan juga terdapat zona Sesar Sempurna (Sempurna fault zone) yang melintas dari Laut Sulawesi hingga Sabah Malaysia, dan melintasi kawasan yang berdekatan dengan Pulau Sebatik. Namun demikian, hingga saat ini kita belum dapat memastikan struktur sesar yang membangkitkan gempabumi ini.

Penjelasan Gempa Bumi Tarakan Kaltara 21 Desember 2015 Kekuatan 6,1 Skala Richter Oleh BMKG Pusat
Penjelasan Gempa Bumi Tarakan Kaltara 21 Desember 2015 Kekuatan 6,1 Skala Richter Oleh BMKG Pusat

Disebabkan oleh karena gempabumi ini memiliki episenter di daratan dengan mekanisme sesar mendatar, maka gempabumi yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Untuk itu masyarakat pesisir Kaltara dihimbau untuk tetap tenang.

Hingga pukul 07.00 WIB dilaporkan sudah terjadi 16 kali gempa susulan. Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa kekuatan gempanya semakin mengecil, fluktuatif dalam magnitudo M=3,0 – 4,0. Dengan kekuatan gempabumi susulan paling besar M=4,9.

Memang cukup sulit memprediksi kekuatan gempabumi susulan berikutnya. Tetapi berdasarkan kondisi tektonik lokal, karakter kegempaan, dan sejarah gempabumi setempat, serta trend data magnitudo gempabumi susulan saat ini, maka kami meyakini potensi terjadinya gempabumi dengan kekuatan yang lebih besar sangat kecil.***

Dr. Daryono, S.Si.,M.Si.
Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsuami BMKG

Diharapkan untuk seluruh warga Tarakan bersiaga di dalam rumah dan usahakan segera keluar rumah jika terjadi gempa susulan yang lebih besar. Walaupun menurut laporan bahwa gempa yang terjadi tidak berpotensi menimbulkan tsunami, warga Tarakan diharapkan waspada dan dihimbau untuk tenang.