Sampaikan Aspirasi, Buruh Gelar Simposium

0
282
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Dalam memperingati hari buruh (May Day) yang jatuh pada 1 Mei, kebanyakan di kota besar  terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh serikat pekerja dan ribuan buruh. Berbeda dengan kota Tarakan, aksi unjuk rasa dengan ribuan buruh turun kejalan guna menyuarakan aspirasinya tidak akan terlihat. Serikat Pekerja yang menaungi para buruh maupun pekerja dalam menyambut May Day lebih memilih melakukan aksi yang lebih simpatik dengan menggelar simposium.

Ketua DPC Serikat Pekerja Perkayuan dan kehutanan Indonesia (SP Kahutindo) Kota Tarakan Johnly mengatakan, dipilihnya simposium dalam memperingati May Day sebagai bentuk metamorfosis dari aksi penyampaian aspirasi lewat demo mejadi sebuah dialog dengan pemerintah melalui seminar.

“Melalui simposium kita mencoba mengubah orientasi may day dengan turun kejalan dengan metode penyampaian aspirasi yang lebih elegan yakni bertatap muka dan berdialog langsung dengan pengambil kebijakan (Pemerintah,red) melalui simposium.” Ungkap Johnly kepada merahbirunews.com, Kamis (30/04/2015).

Menurut Johnly, sungguh tidak efektif jika pada peringatan May Day para pekerja atau buruh melakukan aksi demo guna menyampaikan aspirasinya. Pasalnya 1 Mei yang juga merupakan hari buruh dunia tersebut merupakan libur nasional, tentunya dengan melihat kalender tersebut tidak ada satupun pejabat pemerintahan yang turun bekerja.

“Kalau kita melakukan aksi unjuk rasa pada 1 Mei kurang maksimal, sebab itu libur nasional. Dan dipastikan tidak ada pejabat yang turun keja.” Tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Tarakan Zaini M sangat mendukung perubahan pola aksi unjuk rasa yang biasa terjadi pada peringatan May Day, menjadi sebuah aksi dialog lewat simposium yang dilakukan oleh Serikat Pekerja yang ada di Tarakan.

“Serikat pekerja sudah punya wawasan yang bagus, aksi unjuk rasa sudah bukan jamannya lagi, sehingga peringatan May Day cukup baik  dengan menggelar simposium, ataupun penanaman pohon hingga kepada aksi sosial lainnya.” Jelas Zaini M

Sesuai rencana simposium dalam rangka peringatan May Day digelar digedung serba guna Pemkot Tarakan, dalam simposium tersebut persoalan yang akan diangkan mengenai pembentukan Dewan Pengupahan Provinsi Kaltara yang belum terbentuk sampai saat ini, serta perlunya pembangunan gedung Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) di Kaltara, dan Persoalan pelayanan BPJS. Dalam simposium tersebut serikat pekerja mengundang Pj Gubernur Kaltara Triyono Budi Sasongko, dan beberapa pejabatan Provinsi Kaltara serta Kabupaten dan Kota. (nur)