Selamat Hari Buku Nasional, Mengapa 17 Mei Jadi Hari Buku Nasional ?

0
642
Selamat_Hari_Buku_Nasional
Selamat_Hari_Buku_Nasional

MBNews, Selamat Hari Buku Nasional, Mengapa 17 Mei Jadi Hari Buku Nasional ? Mungkin sebagian besar dari kalian lupa bahwa 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Ya, alasan klasik mungkin karena saat ini tidak tercantum di kalender sebagai hari libur. Walau begitu, masih ada beberapa yang tetap ingat bahwa ini 17 mei merupakan hari buku nasional dengan mengucapkan melalui beberapa sosial media. Tahukah kalian mengapa 17 Mei dijadikan sebagai hari buku nasional ?

[quote_box_right]Tanggal itu dipilih karena bertepatan dengan berdirinya PerpustakaanNasional (Perpusnas) tahun 1980.[/quote_box_right] Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) atau Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) adalah Perpustakaan Nasional yang berada di Jakarta, Indonesia. Sejarah Perpusnas bermula dengan didirikannya Bataviaasch Genootschap pada 24 April 1778. Lembaga ini adalah pelopor Perpusnas dan baru dibubarkan pada tahun 1950. Perpustakaan Nasional RI di Jalan Salemba 27. Jakarta Pusat. Gedung utama. Awalnya, Perpustakaan Nasional RI merupakan salah satu perwujudan dari penerapan dan pengembangan sistem nasionalperpustakaan, secara menyeluruh dan terpadu, sejak dicanangkan pendiriannya tanggal 17 Mei 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Daoed Joesoef. Ketika itu kedudukannya masih berada dalam lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaansetingkat eselon II di bawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, dan badan ini merupakan hasil integrasi dari empat perpustakaan besar di Jakarta.

Keempat perpustakaan tersebut, yang kesemuanya merupakan badan bawahan DitJen Kebudayaan, adalah:

  1. Perpustakaan Museum Nasional;
  2. Perpustakaan sejarah, politik dan sosial (SPS);
  3. Perpustakaan wilayah DKI Jakarta;
  4. Bidang Bibliografi dan Deposit, Pusat Pembinaan Perpustakaan;

Manfaat Buku

Buku merupakan sumber informasi dan ilmu pengetahuan.  Buku itu abadi, walau penulisnya sudah tiada, namun pengetahuan dan hasil pemikirannya tetap abadi. Buku itu mudah dibawa, bisa dibuka kapan saja. Kita bisa membacanya dan mengertinya pelan-pelan.

Membaca buku mengasah imajinasi. Dengan membacanya kita serasa bertualang ke alam yang ada dalam buku. Membaca buku yang baik bisa membuat kita makin cerdas. Bahkan membaca bisa mencegah pikun bagi orang yang sudah tua. Nah, kalau kita sudah rajin membaca buku, mari kita pertahankan. Yang belum biasa membaca,mari kita biasakan. Itu karena bangsa yang mencintai buku sudah terbukti menjadi bangsa yang maju.(kidnesia.com/wikipedia)