157 ribu pemegang Kartu BPJS Kesehatan di Tarakan Berubah Jadi Kartu Indonesia Sehat

1
562
Kartu Indonesia Sehat/berwarna hijau (merdeka.com)
Kartu Indonesia Sehat/berwarna hijau (merdeka.com)
Kartu Indonesia Sehat/berwarna hijau (merdeka.com)

MBNews, Tarakan – Sesuai dengan program pemerintah pusat, BPJS Kesehatan akan disinergikan menjadi program Kartu Indonesia Sehat atau KIS tidak terkecuali dengan peserta BPJS yang ada di Tarakan. Kepala Cabang BPJS Kesehatan Kota Tarakan Juliansyah Rabu (1/4/2015) mengatakan, Program Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah program amanat dari Presiden Jokowi.

Hal ini diprediksi tidak akan tumpang tindih karena BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat tidak jauh berbeda. “Tidak akan ada tumpang tindih antara BPJS Kesehatan dan Kartu Indonesia Sehat, hanya namanya bukan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lagi.” Kata Juliansyah

Perubahan nama dan pengantian kartu BPJS kesehatan ke KIS ini akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun ini karena anggarannya sudah tersedia di pemerintah pusat. Untuk penyelenggara KIS tersebut tetap dilakukan oleh BPJS kesehata.

Perubahan kartu diprioritaskan bagi pemilik Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesmas) yang dipakai oleh masyarakat kurang mampu karena pemegang kartu ini masih diurus oleh BPJS Kesehatan dan jumlah di seluruh Indonesia mencapai 88 Juta Jiwa.

Kemudian bagaimana untuk pemegang kartu Jamkesmas yang diubah menjadi KIS di Kota Tarakan. Menurut Juliansyah jumlah cukup tinggi, yakni sekitar 46 ribu jiwa. Sementara untuk di Kaltara jumlah mencapai 150 ribu jiwa dan ini jumlahnya cukup banyak.

“46 ribu itu khusus masyarakat menegah kebawah yang memiliki Kartu Jamkesmas, tapi untuk pemegang kartu BPJS seluruhnya di Tarakan yang akan diubah menjadi KIS mencapai 157 ribu jiwa,” Tambah Juliansyah

Untuk dana perubahan kartu sendiri dilakukan secara sentralisasi di pemerintah Pusat lalu akan didistribusikan di Tarakan. Diperkirakan sampai di Tarakan bulan Mei dan Juli khusus untuk jamkesmas dulu, sedangkan untuk pekerja swasta hingga PNS menyusul.

“Tetapi masyarakat jangan perlu takut jika belum mendapatkan KIS, karena saat berobat jika kartunya belum berubah kartu Jamkesmas yang lama masih berlaku,” Pungkas Juliansyah (hfa)