Adu Strategi Penetapan UMK, Apindo Inginkan UMK 2015 Rp.2.450.000

0
680
Ilustrasi (jaringannews.com)
Ilustrasi (jaringannews.com)

MBNews, Tarakan – Semakin dekat waktu pembahasan Upah Minimum Kota (UMK) Tarakan Tahun 2015 baik organisasi buruh/pekerja maupun Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sama-sama memasang stategi agar usulan dari kedua belah pihak bisa ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota (Depeko) sebagai UMK  kota Tarakan di tahun 2015 nantinya.

Ketua Apindo Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat,S.E.,M.Si mengatakan, jika melihat keinginan pekerja tentunya menginginkan upah yang layak, namun disatu sisi para pengusaha juga tidak ingin gulung tikar atau harus mengurangi jumlah pekerja.

“Kita harus bijak menyikapinya, perusahaan tetap eksis tidak gulung tikar atau memberhentikan karyawannya, dan pekerja tetap mendapatkan upah layak.”Ungkap Khaeruddin Arief Hidayat Senin,(17/11/2014).

Diakuinya, saat ini semua harga sedang naik dan tentunya jika tidak ada penyesuaian UMK 2015, para pekerja akan menderita, namun jika UMK tetap dipaksakan dengan penyesuaian tinggi tidak berbanding lurus dengan pemasukan perusahaan tentunya kenaikan UMK menjadi tidak sehat.

“Saya khawatir jika kita memaksakan UMK naiknya cukup tinggi, akan berdampak kepada penyesuaian ketenaga kerjaan di setiap perusahaan,” Terangnya.

Ketika ditanya berapa idealnya kenaikan UMK 2015 yang diinginkan oleh Pengusaha,  Arief  yang juga merupakan Wakil Walikota Tarakan ini menjelaskan, dalam penetapan UMK tentunya ada masukan dari serikat pekerja terkait besaran UMK yang diinginkan, begitu juga dengan Apindo ada penawaran sesuai dengan kesanggupan pengusaha, dari kedua masukan tersebut nanti diambil jalan tengah yang terbaik dengan tidak memberatkan pengusaha dan tidak merugikan pekerja/buruh.

“Saya sempat dengar buruh maunya diangka Rp 2.600.000 – Rp.2.700.000, dan pengusaha maunya dikisaran Rp.2.450.000, tentu akan diambil jalan tengah dari Rp.2.450.000 dan Rp. 2.700.000.” Tuntas Khaeruddin Arief Hidayat. (run)