Agar Gas elpiji 3 kg tepat sasaran, Disperindagkop akan terbitkan “Kartu Miskin”

0
475
Gas elpiji 3 kg untuk masyarakat miskin (google)
Gas elpiji 3 kg untuk masyarakat miskin (google)

MBNews, Tarakan – Gas elpiji 3 kilogram atau yang lebih dikenal dengan gas melon seharusnya dinikmati oleh masyarakat miskin karena produk tersebut disubsidi oleh pemerintah. Untuk itu seharusnya masyarakat menengah keatas tidak mengunakan gas tersebut dan diharapkan cenderung mengunakan tabung gas 12 kilogram.

Mengatasi masalah tersebut Dinas Perdagangan Perindustrian Koperasi dan UMKM akan menerapkan kartu miskin kepada masyarakat yang berhak mendapatkan tabung gas 3 kilogram tersebut.

“Selama ini belum ada pengawasan yang baik untuk mengendalikan peredaran elpiji gas 3 kilogram di pasaran dan kartu miskin ini diberikan kepada mereka yang harusnya mendapatkan elpiji 3 kg tersebut,” Kata kepala Disperindagkop dan UMKM Tarakan Tajudin Tuwo Senin (6/4/2015)

Jika dahulu adanya program kartu kendali untuk minyak tanah maka kartu miskin untuk masalah gas 3 kilogram. Pembatasan pembelian gas elpiji 3 kilogram tentu pengawasannya diharapkan lebih maksimal dan melibatkan peran masyarakat khususnya pemerintah kelurahan hingga ke tingkat RT.

Kapan itu akan dilakukan? Tajudin ungkapkan perlu lakukan pendataan lagi di lapangan. Sementara untuk usaha lainnya yang akan dilakukan pemerintah kota yakni meminta persediaan tabung gas lebih banyak utamanya untuk tabung gas 12 kilogram. Hal ini dianggap penting karena seiring berkurangnya tabung gas kuning malaysia yang dijual di Tarakan karena telah dilarang.

“Malaysia sudah melarang gas kuning itu beredar di lapangan, seharusnya pertamina juga berperan dalam hal ini karena regulasi penambahan gas ada di mereka,” Tambah Tajudin

Untuk penambahannya gas 12 kilogram berjumlah 2000 tabung dari jatah yang ada selama ini. Hal ini dianggap penting untuk lakukan penambahan karena kebutuhan yang tinggi khususnya bagi UMKM yang ada di Tarakan.

“Selayaknya agen di Tarakan juga wajib ditambah khususnya untuk agen yang 12 kilogram yang saat ini hanya ada 1 di Tarakan, tetapi semua keputusan tersebut ada ditangan pertamina,” Ujarnya kepada merahbirunews.com (hfa)