Aktivitas Pemotongan Bukit Jalan Yos Sudarso Sudah Mulai Merusak Lingkungan

0
190
Galian C Yos Sudarso (hfa)
Galian C Yos Sudarso (hfa)
Galian C Yos Sudarso (hfa)

Merahbirunews.com, Tarakan, Kondisi galian C di kawasan Jalan Yos Sudarso tepatnya di depan SD 001 Tarakan saat ini kondisinya sangat memprihatinkan dan merusak lingkungan sekitar badan jalan terutama saat terjadi hujan lebat.

Pemotongan Bukit tersebut berakibat banyak masyarakat yang melewati kawasan itu terganggu, karena jalanan yang licin dan kotor karena lumpur dan apabila kering debunya berterbangan dan menganggu aktivitas masyarakat.

Akibat banyaknya keluhan masyarakat tersebut, Rombongan Komis III DPRD Tarakan melakukan kunjungan langsung untuk memantau kondisi nyata kerusakan yang terjadi. Wakil Ketua Komisi III DPRD Tarakan YULIUS DINANDUS saat melakukan pemantauan Selasa (8/9/2015) mengatakan, Karena banyak menerima masukan dan keluhan Komisi 3 DPRD Tarakan berencana memanggil pemilik dan operator aktivitas pemotongan bukit tersebut pada hari Senin (14/9/2015) mendatang untuk mengkalrifikasi kerusakan lingkungan yang diakibatkan aktivitas tersebut.

“Rencananya kita akan memanggil pemilik dan kontraktor yang mengerjakan galian C tersebut karena keadaannya sudah rusak parah dan perlu adanya solusi yang baik agar kondisi lingkungan di sekitar jalan yos sudarso kembali bersih,” Kata Yulius kepada merahbirunews.com

Kerusakan lingkungan tersebut benar terjadi karena endapan lumpur yang berada dalam selokan kini hanya setinggi 30 CM saja, padahal selokan tersebut awalnya memiliki tinggi sekitar 1 meter. “Kalau dibiarkan secara terus menerus, kondisi wilayah tersebut akan banjir apalagi wilayah tersebut termasuk dalam jalan protocol,” Lanjut Yulius

YULIUS menambahkan , lain halnya dengan kondisi bungker bekas perang dunia kedua yang ada diatas bukit dan bergeser dari posisi sebelumnya dan hal tersebut sangatlah tidak baik apalagi benda tersebut memiliki nilai sejarah yang tinggi.

“Bungker yang ada juga memiliki kerusakan yang parah, sehingga hal ini perlu dimintai pertanggungjawabannya,” Pungkasnya (hfa)