Aliran Yang Meresahkan itu Ternyata Saksi Yehuwa

0
2106
Ketua FKUB Tarakan Zainuddin Dalilla Dengan Buku dan Famplet Saksi Jehuwa Yang Disebarkan di Daerah Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur (run)
Ketua FKUB Tarakan Zainuddin Dalilla Dengan Buku dan Famplet Saksi Jehuwa Yang Disebarkan di Daerah Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur (run)

MBNews,Tarakan – Belakangan ini masyarakat Tarakan tengah diresahkan dengan isu adanya segelintir orang yang diduga menganut aliran sesat. Dalam aksinya,segelintir orang tersebut tanpa pandang bulu datang ke rumah-rumah dengan memberikan satu selebaran atau brosur kepada pemilik rumah yang isinya mengajak untuk bergabung dengan aliran tersebut. Isu tersebut ternyata juga sudah sampai terdengar di telinga ketua Forum Komunikasi Umat Beragama kota Tarakan KH.Zainuddin Dalilla.

Zainuddin mengatakan,memang benar saat ini memang ada segelintir orang yang menganut satu ajaran yang dalam aksinya mengajak orang bergabung dengan menggunakan media brosur. Bahkan menurut Zainuddin dirinya juga pernah didatangi langsung oleh orang tersebut di kediamannya.

“Awalnya itu terjadi di daerah di daerah Mamburungan dan Intraca.Dan belum lama ini orang itu datang ke rumah saya langsung,”ungkap Zainuddin kepada MBNews Selasa (16/12/2014).

Ketika ditelusuri,orang tersebut ternyata merupakan penganut aliran saksi Yehuwa.Saksi Yehuwa adalah suatu denominasi Kristen, milenarian, restorasionis yang dahulu bernama Siswa-Siswa Alkitab hingga pada tahun 1931. Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia Barat sebagai Jehovah’s Witnesses atau Jehovas Zeugen, yang mencoba mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang dilakukan oleh para pengikut Yesus Kristus. Saksi-Saksi Yehuwa sendiri bukanlah suatu sekte, mereka tidak pernah memisahkan diri dari gereja atau kelompok besar manapun. Wewenang tertinggi kehidupan mereka berdasarkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip dari Kitab Suci atau Alkitab. Mereka menolak doktrin Tri Tunggal karena tidak berdasarkan Firman Allah, Alkitab.

“Setelah kami pelajari isi brosurnya ternyata aliran itu bukan lah dari kristen.Tetapi mereka menamakan diri sebagai saksi Yehuwa. itu sejenis ajaran sempalan,”kata Zainuddin.

Dikatakan Zainudin Saksi Yehuwa ini telah melanggar peraturan pemerintah,karena dalam acuan yangg dijadikan aturan suatu umat tidaklah boleh mengagamkan umat yang sudah beragama.

“Tidak boleh mengajak suatu umat untuk bergabung di dalam agama sementara umat itu sendiri sudah beragama,”tambahnya.

Dengan kejadian ini pun pihak FKUB tengah menangani kasus ini dengan serius.Karena menurut Zainuddin,FKUB Selaku lembaga pemersatu umat jangan sampai kecolongan dengan hal-hal yang seperti ini. Maka dari itu,Zainuddin juga mengimbau kepada masyarakat jika mendapatkan hal-hal yang dicurigai adanya aliran yang menyesatkan agar segera melaporkannya ke FKUB sedini mungkin ,agar aliran tersebut tidak sampai berkembang lebih besar lagi.

Persoalan Saksi Jehuwa menjadi perhatian serius Pendeta gereja Bethany GTM Kampung Bugis Joko Susanto menuturkan, secara doktrinal theologia saksi jehuwa tidak sama dengan kristen, sebab dikristen mengakui Jesus Kristus sebagai Tuhan, sedangkan saksi jehuwa mengatakan jesus hanya utusan.

“Memang kristen banyak aliran tetapi semua mengakui Yesus sebagai tuhan, bahkan katholik juga mengakui Jesus sebagai Tuhan.” Jelas Joko.

Joko mengakui secara pemerintahan, Saksi Jehuwa masuk dibimas kristen tetapi itu hanya dititip, pasalnya untuk mendirikan bimas tersendiri sangat susah dan aturannya terlalu ribet.

“Saya pernah bicara dengan bimas kristen di Kementrian Agama, kalau mau membuat bimas sendiri sangat susah dan ribet sehingga Saksi Jehuwa dititip ke bimas kristen, dan ini dilakukan pada zaman Presiden Abdul Rahman Wahid (gus dur), sebenarnya kami yang kristen menolak hal itu, tetapi karena pemerintah yang berkeinginan akhirnya kami mau tidak mau menerimanya.” Tegasnya.

Joko menambahkan, selaku pimpinan rohani kristen ia berpendapat, saksi jehuwa sesat dan menolak saksi jehuwa sebagai bagian agama kristen. “Pada pertemuan dikantor Walikota terkait pembangunan rumah Ibadat Jehuwa, mereka juga menolak atau tidak mengakui bagian dari kristen.” Ucap Joko

Terkait persoalan penyebaran brosur atau famplet yang dilakukan oleh saksi jehuwa, Pendeta Joko juga sangat menyayangkan, sebab jika masyarakat tidak tahu terkesan terjadi kristenisasi, padahal hal itu tidak benar sebab yang melakukan bukan umat kristen.

“Mereka menyebaran brosur kekomunitas muslim, akhirnya dipikir adanya kristenisasi padahal tidak, saksi jehuwa bukan kristen, bahkan brosur tersebut juga disebarkan dikalangan kristen.” Jelasnya.

Oleh karena, melihat hal yang sangat meresahkan itu seperti apa yang dituturkan pendeta Joko, FKUB menolak memberikan rekomendasi pembangunan rumah ibadat saksi Jehuwa di Tarakan. (nsa/run)

Baca Juga : FKUB Tolak Pembangunan Rumah Ibadat Saksi Yehuwa

                     Kemenag : Rumah Ibadat Yehuwa Tunggu Rekomendasi FKUB