BMKG : Tarakan adalah zona rawan gempa di Kalimantan Utara

0
1615
wilayah titik gempa yang terasa sampai di Tarakan (hfa)
wilayah titik gempa yang terasa sampai di Tarakan (hfa)

MBNews, Tarakan – Gempa bumi yang terjadi di Kota Tarakan selasa (20/1/2015) dini hari membuat masyarakat Tarakan sempat panic, namun Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Kota Tarakan gempa tektonik tersebut tidak menimbulkan dampak gelombang tsunami.

Menurut kepala BMKG Tarakan Nanang Buchori, gempa dengan kekuatan 5,6 skala richter dan berada dalam kedalaman 10 kilometer dan jarak 289 kilometer timur laut Tarakan memiliki efek getaran yang cukup terasa namun masih normal

“Itu masih normal dan terjadi dibawah laut, tepatnya di timur laut pulau Tarakan.” Kata Nanang kepada MBNews, selasa siang

Namun apabila gempa berkisar 6 skala richter keatas efek yang ditimbulkan cukup besar, dan kemungkinan bisa terjadi kerusakan rumah penduduk yang cukup parah. Apalagi bisa saja memakan korban karena kejadiannya saat malam hari dan masyarakat tertidur.

“Kalau diatas 6 skala richter bisa membuat getaran yang tinggi, bahkan jika berada di kedalaman laut bisa saja menimbulkan efek tsunami yang besar, sehingga masyarakat harus dapat dievakuasi ke tempat tinggi.” Ujarnya

Sementara itu Kepala Bidang Mitigasi Gempa bumi dan Tsunami BMKG Pusat, Daryono mengatakan, Tarakan adalah zona rawan gempa di Kalimantan Utara. Gempa yang mengguncang Tarakan disebabkan oleh patahan turun (normal fault). Sesar menurun tersebut tersebar di daerah Pulau Bunyu, Pulau Tarakan, dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Daryono menjelaskan secara geologis kawasan Pulau Tarakan dan sekitarnya terletak di zona Cekungan Tarakan. Pada zona ini pernah berkembang proses pengendapan sedimen yang massif sehingga tempat di cekungan ini mengalami penurunan dan terbentuk struktur patahan turun.

Pulau Tarakan dan sekitarnya terdapat dua sistem sesar yaitu zona sesar mangkalihat dan sesar maratua.” ujar Daryono yang dikutip dari bmkg.go.id (hfa/bmkg.go.id/covasia)