Cerita Sukses Mongol, Dari pedagang koran sampai jadi komika dengan bayaran termahal

0
1997
Mongol dan merahbirunews (hfa)
Mongol dan merahbirunews (hfa)
Mongol dan merahbirunews (hfa)

MBNews, Tarakan – Tidak banyak yang tahu komika bernama Ronny Emmanuel atau Mongol pernah jatuh bangun untuk mencapai kesuksesan seperti sekarang. Menjadi komika terkenal di Indonesia tidak mudah, karena jauh sebelum terkenal Mongol banyak melakukan pekerjaan tidak tetap.

“Awalnya saya bekerja di perusahaan di Jakarta, tapi karena krisis moneter di tahun 1998 perusahaan itu bangkrut dan banyak karyawannya di PHK, jadi untuk terus hidup saya harus kerja serabutan,” Kata Mongol kepada merahbirunews.com

Berbagai macam profesi saya lakukan saat itu, paginya saya kerja di restoran padang, sorenya saya jualan koran harian sore di deket Tugu Tani Jakarta, malamnya saya kerja di warung pecel lele, semua dilakukannya untuk melanjutkan hidup.

Waktu berlalu dan melewati segala macam cobaan akhirnya dirinya bekerja disalah satu perusahaan manajemen artis yang mengurus artis Indonesian Idol. Nah karena banyak kenalan dan koneksi dimulai dari situlah awalnya secara tidak sengaja dirinya mengeluti dunia stand up comedian.

“Saat itu saya sama teman-teman lagi rapat soal acara ulang tahun teman dan dilakukan di comedy cafe kemang Jakarta, nah nggak tahunya setiap hari rabu ada open mic disitu dan tiba-tiba saja saya sama teman saya yang lain disuruh maju, dan spontan saya langsung melawak tunggal stand up di panggung cafe itu,” Cerita Mongol

Setelah itu ternyata acara open mic berlanjut dan mongol dihubungi lagi untuk tampil dan beberapa komika dadakan lainnya, baik itu Pandji, Isman HS, Ernest Prakasa hingga Ryan. Jadi tidak lama kemudian sekitar tahun 2011 terbentuklah komunitas Stand Up Indonesia. Lalu dengan julukan sebagai komika termahal di Indonesia, sambil tertawa mongol ungkapkan itu hanya hitung-hitungan wartawan saja.

“Jadi biasanya tarifnya dihitung per 15 menit untuk tampil, 15 menit biasanya dihitung 10 juta, jadi misalnya kalau tampil 1 jam dibayar 40 juta, jadi itu cuman itung-itungan wartawan,” Katanya

Namun, mongol blak-blakan mengaku pernah dibayar 200 juta untuk tampil selama 5 hari di Bali, selain itu dirinya adalah komika yang tampil di depan pejabat tinggi negara, baik itu acara kementrian yang dihadiri Wakil Presiden hingga Kapolri, Kapolda hingga Kepala Staf TNI AL di Mabes TNI AL.

Mongol berpesan kepada komika-komika baru dan lokal untuk bisa mengeluti bidang ini, karena potensi dunia stand up comedy di Indonesia sangat besar bahkan sampai 5 tahun kedepan. Karena hiburan seperti ini sekarang salah satu pilihan utama, apalagi mulai banyak stasiun TV yang mulai memberikan porsi stand up comedy di acaranya.

“Jadi untuk adik-adikku komika yang ada di Tarakan, ayo kembangkan potensinya, karena kesuksesan dan materi akan didapatkan jika dijalani dengan sungguh-sunguh dan tidak mudah menyerah,” Pesannya (hfa)