Disperindakop Antisipasi Kenaikan Harga Selama Ramadan

0
229
Ilustrasi
Ilustrasi
Disperindakop dan UMKM Siap Mengantisipasi Kenaikan Harga Sembako Selama Ramadan, Jika Kenikan di Atas Kewajaran Operasi Pasar Murah Salah Satu Solusi Rutin Tahunan (nur)

MBNews, Tarakan – Tiga pekan lagi umat muslim menjalankan ibadah puasa,  dampak tahunan yang rutin terjadi selama ramadan, naiknya harga kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako). Untuk mengantisipasi kenaikan harga barang yang menembus level kewajaran, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Disperindakop dan UMKM) Tarakan memasikan siap melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisonal dan pusat perbelanjaan semi modern lainnya untuk menekan lonjakan harga yang merugikan pembeli sebagai konsumen.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindakop dan UMKM Tarakan Untung Prayitno mengatakan, kenaikan harga selama Ramadan hingga mendekati ldul Fitri tidak bisa dihindari.  Walaupun tidak bisa dihindari, Disperindakop dan UMKM Tarakan berupaya agar kenaikan harga selama ramadan masih dalam kategori wajar.

“Kenaikan harga sembako selama ramadan hingga jelang Idul Fitri tentu tidak bisa dihindari,” ucap Untung, Minggu (24/5/2015).

Lanjut Untung, adapun batas kewajaran kekanikan harga barang selama puasa tidak mencapai level 20 persen dari harga jual yang wajar. Jika kenaikan harga menembus batas 20 persen maka langkah yang diambil Disperindakop dan UMKM Tarakan melakukan operasi pasar murah.

“Batas kewajaran kenaikan harga pada ramadan dikisaran 10 persen, tapi kalau menembus angka 20 persen maka operasi pasar akan kita gelar,” tegasnya.

Walaupun tidak berapa lama lagi memasuki bulan ramadan, bias kenaikan harga sembako sampai saat ini belum terlihat, bahkan Untuk memastikan harga sembako dipasar tradisional saat ini masih normal. Ia mencontohkan, untuk harga beras saat ini masih dikisaran Rp 13 ribu, gula pasir Rp 12 ribu, daging sapi Rp 120 ribu, daging ayam boiler Rp 35 ribu, bawang merah Rp 30 ribu,  dan bawang putih Rp 18 ribu.

“Harga saat ini masih normal, kenaikan baru terasa saat seminggu setelah ramadah berjalan,” tuntasnya. (nur)