Polres Tarakan Siap Sikat Bandar Besar Narkoba

0
394
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan  – Peredaran narkotika, psikotropika, dan obat terlarang (Narkoba)  di Tarakan, tidak bisa dipandang sebelah mata. Pasalnya bisnis barang haram ini disinyalir sudah masuk kesendi aparat keamanan TNI-Polri. Bahkan diduga bandar besar narkoba di Tarakan dengan leluasa menjalankan bisnisnya dengan dibackup oknum aparat keamanan.

Melihat merajalelanya peredaran narkoba, Kapolres Tarakan AKBP Sarif Rahman mengatakan, Pihak Polres Tarakan memiliki tanggung jawab besar menuntaskan jaringan sindikat bandar narkoba tanpa pandang bulu, hal itu sesuai dengan program kerja Kapolri Badrodin Haiti.

“Program 100 hari Kaporlri salah satunya pemberantasan narkoba,” ucap Sarif, Minggu (24/5/2015).

Lanjut Sarif, pihak kepolisian Tarakan terus berupaya melumpuhkan bandar besar narkoba, bahkan dalam pemberantasan bandar narkoba, Sarif berencana menggandeng TNI dan Badan Nasional Narkotika Kota (BNNK) tarakan, untuk duduk satu meja dalam memerangi peredaran narkoba.

“Justru saya mau ajak teman-teman aparat untuk perang dengan bandar narkoba, kalau ada kita tangkap saja,” tegasnya.

Ketika dikonfirmasi adanya isu bandar narkoba di kota Tarakan dilindungi oknum TNI-Polri, dengan tegas Sarif memastikan untuk Polres Tarakan tidak dibenarkan jika ada anggotanya yang menjadi backing pengedar narkoba, bahkan jika terbukti ada anggota kepolisian yang menjadi backing bandar narkoba, Sarif memastikan siap memberi sanksi tegas.

“Saya tidak ada kenal bandar narkoba, Saya lebih senang seluruh bandar diberangus, kalau ada anggota (Polisi,red) terlibat maka kita berikan sanksi, dan sudah kita buktukan ada beberapa anggota kepolisian di polres yang kita masukan penjara hingga dipecat gara gara narkoba,” ujar Sarif.

Dilain sisi Dandim 0907 Tarakan Letkol Czi Irfan Siddiq menggungkapkan, peredaran narkoba di Tarakan sudah tidak bisa dibiarkan, sebab  barang haram tersebut saat ini sudah menguasai semua lini, mulai pelajar, masyarakat, Pegawai Negeri Sipil, TNI-Polri, dan Penegak Hukum lainnya.

“Peredaran narkoba sudah sampai titik nadir, sehingga harus kita perangi dengan bersatunya seluruh unsur, Tarakan ini unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) nya sangat lengkap, sehingga mustahil jika tidak mampu menghentikan peredaran narkoba dengan menangkap bandar besarnya, jika narkoba ini dibiarkan yakinlah generasi muda akan hancur,” jelas Irfan. (nur)