Dollar Naik, Masyarakat Kaltara Doyan Tukarkan Mata Uang

0
705
petugas money changer saat melayani WNA yang menukar uang (hfa)
petugas money changer saat melayani WNA yang menukar uang (hfa)
petugas money changer saat melayani WNA yang menukar uang (hfa)

MBNews, Tarakan – Harga jual mata uang Dollar Amerika Serikat yang melambung tinggi dan saat ini nilai 1 dollar mencapai Rp. 12.430 (21.30 27/12/2014) membuat masyarakat dan pelaku ekonomi di wilayah Kaltara ramai-ramai menukarkan Dollarnya ke Rupiah. Kepada MBNews, Salah satu petugas di kantor usaha penukaran uang (money changer) di jalan Yos Sudarso Tarakan Ayu Permata Ramlan Sabtu (27/12/2014) mengatakan, dalam sebulan terakhir perharinya ada sekitar 20 orang yang melakukan penukaran uang padahal jika sebelumnya hanya sekitar 15 orang per hari.
“Untuk jumlah transaksi bisa mencapai 100 juta Rupiah per-harinya, dan biasanya 1 nasabah melakukan transaksi penukaran minimal 100 dollar Amerika Serikat.” Ujar Ayu Permata
Bahkan ada beberapa waktu lalu nilai transaksi dapat mencapai 200 juta Rupiah jika banyak kapal asing yang membawa pekerja berlabuh di Tarakan. Biasanya mereka akan melakukan penukaran uang terlebih dahulu lalu berbelanja di Kota Tarakan untuk memenuhi kebutuhannya.
“Ada juga sempat salah satu orang pekerja perusahaan asing asal Tanjung Selor Bulungan menukarkan uangnya hampir 20.000 Dollar Amerika, atau hampir mencapai Rp. 244 juta dalam sekali transaksi.” Ungkapnya
Selain itu ada beberapa orang juga sengaja berbisnis uang Dollar dan melihat peluang tersebut untuk mencari keuntungan, karena dalam 1 hari harga dollar yang fluktuatif bisa naik dan turun. Sehingga pada saat dolar turun, orang tersebut membeli dollar, namun jika dollar sudah naik di level angka yang maksimal lalu menjualnya ke rupiah lagi.
“Memang banyak yang sering memanfaatkan situasi seperti ini tapi kami di penukaran uang sudah maklumi yang terpenting tidak melanggar aturan yang ada dan sudah ditetapkan.” Tambah Ayu
Selain itu sering juga masyarakat menukarkan uang ringgit Malaysia dengan nilai Rp 3.555 per 1 ringgit malaysia (21:30 27/12/2014) dan mereka adalah pendatang yang bekerja di Malaysia dan rata-rata orang Indonesia. (HFA)