Handak Perang Dunia Kedua Banyak Tertanam di Tarakan

0
293
Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

MBNews, Tarakan – Sebagai daerah bekas perang dunia ke dua, keberadaan bahan peledak (Handak) sisa peninggalan perang dunia ke dua yang terkubur di pulau Tarakan, dipastikan masih banyak jumlahnya, hal tersebut diungkapkan Kepala Detasemen Satuan Brimob Detasemen C Pelopor Polda Kaltim Kompol Diyeno Hendor Widodo S.IK, melalui Panit 1 Subden 4 gegana Ipda Muh. Nur.

Dikatakan, handak peninggalan perang dunia ke dua yang terkubur di pulau Tarakan berbagai macam jenisnya, salah satunya seperti granat, ranjau darat, hingga mortir. Oleh karennya menurut Muh. Nur, karena handak peninggalan perang dunia ke dua ini terkubur sporadis, jika ditemukan oleh masyarakat untuk segera melaporkan dan bukan menyimpannya sebagai benda koleksi.

“Jika masyarakat menemukan handak peninggalan perang dunia ke dua, agar tidak menyimpannya, karena dinilai berbahaya dan mudah meledak jika masih aktif,” jelas Muh.Nuh, Rabu (1/7/215).

Ditegaskan Muh. Nuh, selama 2015 handak peninggalan sisa perang dunia ke dua yang diamankan berjumlah 23 handak. Handak tersebut merupakan temuan masyakat Tarakan dari tempat yang berbeda.

“Bulan Juni 2015 ini kami menemukan 2 handak di tempat yang berbeda yakni  Jalan Aki Balak Rt 68 Kelurahan Karang anyar pantai,  kami juga telah mengamankan 10 buah ranjau darat, dan 10 buah detonator dalam keadaan aktif, kemudian di jalan Gunung Amal Rt 06, berhasil mengamankan 1 buah mortir berukuran sedang dengan keadaanaktif,” bebernya.

Menurut Muh. Nur, dari temuan handak tersebut menambah total temuan handak khususnya ranjau darat yakni berjumlah 24 handak dengan kondisi aktif, kemudian mortir berkuruan sedang berjumlah 62 handak, dalam kondisi  aktif.

Diakuinya, dengan bertambahnya handak perang dunia kedua yang terus ditemukan oleh masyarakat, berdampak pada tempat penyimpanan yang dimiliki Satuan Brimob Detasemen C Pelopor Polda Kaltim di Tarakan.

“Saat ini kami kesulitan menampung handak, karena sumur yang kami miliki sudah over kapasitas, sehingga 10 ranjau darat dan 10 detonator yang di temukan beberapa waktu lalu, tepaksa dititipkan di Lanud Tipe C Tarakan, ” pungkasnya(ctr/nur)