Hargan Mitan Subsidi Tinggi, Masyarakat Menjerit

0
356
Ilustrasi (polpptarakan.blogspot.com)
Ilustrasi (polpptarakan.blogspot.com)
Ilustrasi (polpptarakan.blogspot.com)
Ilustrasi (polpptarakan.blogspot.com)

MBNews, Tarakan – Walaupun diberlakukannya penghapusan subsidi minyak tanah (mitan) oleh PT Pertamina Kota Tarakan, mulai 1 Oktober 2014, namun masyarakat Tarakan mulai kesulitan mendapatkan mitan bersubsidi tersebut. Bahkan beberapa penjual malah menjualnya dengan harga tinggi yakni mencapai Rp 10.000/perliter, padahal harga eceran mitan bersubsidi hanya Rp 4.500/perliter.

Kepada MBNews, Salah satu masyarakat Tira, Sabtu (20/9/2014) mengaku sudah beberapa hari terakhir sulit mendapatkan mitan yang murah, jikapun ada harga sudah melambung.

“Ada diwarung menjual mitan namun harganya tinggi, biasanya tidak segitu, saya juga kaget padahal harga gas sudah turun, penggunaan mitan masih saya lakukan karena kompor dirumah menggunakan mitan.” Ujar Tira

Sementara itu Sales Representatif Pertamina Depo Tarakan Benny S.M Hutagaol mengatakan, masyarakat Tarakan diharapkan mengurangi pemakaian mitan bersubsidi dan beralih kepada pengunaan elpiji 3 kilogram, karena penghapusan subsidi minyak tanah tetap diberlakukan dan diganti dengan mitan non subsidi.

“Nantinya minyak tanah yang beredar di pasaran adalah non subsidi dan jauh lebih mahal dibandingkan yang bersubsidi.” Ungkap Benny

Pertamina Depo Tarakan sendiri sudah mendistribusikan banyak tabung gas kepada agen di Tarakan, dan diperkirakan tidak akan kehabisan stok, hal ini dikarenakan akan  ada fasilitas penunjang, diantaranya gudang penyimpanan tabung hingga pembangunan stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE). (HFA/RUN)