Hasil Sidang Isbat, Penetapan Awal Puasa Tanggal 18 Juni 2015

0
358
Ramadhan 1437 H - 2016 M
Ramadhan 1437 H - 2016 M
Ramadhan 1436 H - 2015 M
Ramadhan 1436 H – 2015 M

merahbirunews.com, Hasil Sidang Isbat, Penetapan Awal Puasa Tanggal 18 Juni 2015. Akhirnya sidang isbat untuk penentuan awal puasa ramadhan 2015 di Gedung Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Selasa (16/6/2015) telah selesai, dengan hasil puasa akan dilakukan pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2015. Menag Lukman Hakim Saifuddin mengumumkan hasil sidang isbat penentuan awal Ramadan. Berdasarkan pengamatan hilal terpapar kesepakatan penentuan awal Ramadan.

[pull_quote_left]Jadwal Puasa 2015 Kota Tarakan[/pull_quote_left]“Bulan syaban digenapkan 30 hari, 1 Ramadan jatuh pada hari Kamis 18 Juni 2015,” kata Lukman dalam jumpa pers di Kemenag, Jl Thamrin, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan, berdasarkan paparan dari pakar astronomi, hilal terbenam lebih cepat dari matahari. Paparan pakar astronomi itu juga sama dengan laporan petugas rukyat di 36 titik yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia yang menyatakan belum melihat hilal.

“Bisa disimpulkan tidak ada satu pun bukti berdasarkan observasi astronomi yang bisa mengatakan hilal bisa dilihat saat itu,” kata Lukman dalam jumpa pers di Kantor Kemenag, Selasa malam.

Lukman menegaskan, belum tampaknya hilal di Indonesia juga sama dengan pengamatan posisi hilal di seluruh dunia. Dengan demikian, Kemenag menyatakan bahwa peserta sidang isbat sepakat menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan adalah Kamis lusa.

“Seluruh peserta sidang isbat bisa menyepakati bahwa saat ini hilal tidak bisa dilihat, tidak tampak, maka Bulan Syaban dilengkapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian 1 Ramadhan baru akan jatuh pada esok lusa, tepatnya Kamis 18 juni 2015,” ucap Lukman.

Hadir dalam sidang tersebut adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin beserta perwakilan puluhan organisasi masyarakat berbasis massa Islam.

Sebelum sidang dimulai, para peserta dan tamu undangan mendengar pemaparan dari pakar ilmu astronomi utusan Planetarium dan Observatorium Jakarta, Badan Hisab dan Rukyat Kemenag, serta mendengar laporan dari para petugas yang didelegasikan mengamati munculnya bulan baru. (kompas)