Sekilas wanita anggun ini terlihat biasa dengan para pegawai lainnya, namun Indi Oktaviani yang merupakan lulusan Jurusan Bimbingan Konseling Sekolah FKIP UB Tarakan adalah salah satu aktivis dan penggiat urusan sanitasi di Kaltara bahkan menjadi Duta Sanitasi. Diketahui urusan sanitasi adalah urusan yang pelik bagi di setiap negara yang terdiri dari 3 lingkup yakni persampahan, air limbah dan drainase lingkungan.

“Menciptakan sanitasi yang baik bukan perkara mudah, namun perlu kesadaran penuh dari diri sendiri serta dukungan dan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat Khususnya Masyarakat di provinsi Kalimantan Utara,” ucap Wanita kelahiran Tarakan 26 Oktober 1993 ini

IMG_4055

Salah satu yang menjadi fokus perhatian yakni masalah air limbah yang berpengaruh terhadap pencemaran lingkungan, jika lingkungan tidak baik dan tercemar, berpengaruh juga terhadap masalah sumber mata air maka terciptalah air yang tidak sehat.

“Kalimantan utara sebagai provinsi baru masih menjadi pusat perhatian oleh pemerintah, pemerintah terus berusaha agar Kalimantan utara bebas dari permasalahan permukiman melalui akses 100-0-100 yang artinya Target 100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, 100% sanitasi layak.” ungkap Indi sambil tersenyum

Untuk itu Indi yang kesehariannya bekerja sebagai Konsultan Ahli Komunikasi di Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PSPLP) Kaltara yang diawasi langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) ini, mencoba akan terus melakukan sosialisasi dan edukasi tentang sanitasi kepada masyarakat Kaltara

IMG_4056

Kemudian bagaimana urusan percintaan? masa sih sanitasi saja yang coba didalami. Dengan tegas Indi mengucapkan belum memiliki pacar dan saat ini sedang mengidamkan sosok pria yang dewasa, seiman, berani berkomitmen, setia dan bertanggung jawab (waih banyak banget ini,red).

“Yang jelas saat ini saya lebih mempertimbangkan urusan karier dulu deh, inginnya lebih bisa sukses dan bermanfaat dan menginspirasi bagi masyarakat dan lebih memotivasi anak-anak sekolah untuk lebih berkarya utamanya urusan sanitasi, kalau cinta-cintaan pengennya langsung yang hubungan serius gitu,” Ujar penyuka makanan yang manis-manis ini