Kepala Sekolah Akui Praktek KKN dalam Penerimaan Peserta Didik Baru Di Sekolah Negeri. Akibatnya Sekolah Swasta Sepi

0
522
Proses PPDB yang Dilakukan Beberapa Waktu Lalu (dok)
Proses PPDB yang Dilakukan Beberapa Waktu Lalu (dok)

MBNews, Tarakan – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang sudah dilakukan beberapa waktu lalu disatuan Pendidikan, menyisakan persoalan dan berdampak kepada minimnya calon peserta didik masuk disekolah swasta. Minimnya peserta didik masuk kesekolah swasta diduga adanya siswa titipan yang dipaksakan masuk kesekolah negeri.

Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 Kota Tarakan Arinda Susanti mengakui, pada saat PPDB dilakukan, unsur Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) terjadi, Yakni mengupayakan peserta didik baru untuk dapat bersekolah di sekolah Negeri. Alhasil pada saat tahun ajaran baru peserta didik baru enggan mengambil berkasnya untuk masuk kesekolah swasta.

“Sudah 2 tahun belakangan ini terjadi penyuburan KKN pada saat PPDB, dan rata-rata ada yang mengatasnamakan pejabat, bahkan ada oknum langsung yang datang dan menitipkan calon peserta didik.” Kata Arinda Susanti, Rabu (20/08/2014)

Arinda mengakui, pada saat seperti ini dirinya bingung karena satu sisi ada aturan yang dibuat oleh Dinas Pendidikan bahwa calon peserta didik yang masuk kesekolah Negeri harus sesuai aturan, namun satu sisi aturan tersebut tidak dilaksanakan sebaik mungkin.

“Kedepan harus ada ketegasan dari pemerintahuntuk menenegakan aturan, dan menghilangkan KKN dalam PPDB” Tegas Arinda Susanti.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan Tajuddin Tuwo mengakui, saat ini berkas peserta didik baru masih banyak tertahan disekolah negeri, dan ini yang menyebabkan sekolah swasta sepi dari pendaftar peserta didik baru, walaupun saat ini ajaran baru telah berjalan. Namun ketika ditanya kenapa peserta didik baru yang tidak diterima disekolah negeri enggan menarik berkas dan masuk disekolah swasta, Tajuddin enggan menjawab dan mempersislahkan menanyakan sendiri pada orang tua calon siswa yang bersangkutan.

“Saya tidak tahu apa sebabpnya mereka (Peserta didik baru,red) enggan menarik berkas, silahkan tanya sendiri apa sebabnya.” Kata Tajuddin Tuwo.  (RUN/HFA)